Diundang Ahmadinejad, SBY Akan Hadiri KTT G-15

Jakarta –  Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad secara khusus mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejadnegara-negara G-15 yang akan berlangsung di Iran 17 Mei 2010.

Presiden SBY telah menerima undangan yang disampaikan Presiden Ahmadinejad melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Iran Reza Taghipour Anvari hari ini di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 29 April 2010.

Melalui Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri Dinno Patti Djalal, Presiden Yudhoyono mengatakan, atas undangan itu akan mempertimbangkan untuk hadir. Mengingat pada bulan Mei, SBY kebetulan telah memiliki sejumlah agenda kunjungan ke beberapa negara.

Selain undangan, Ahmadinejad juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi terhadap Indonesia. “Presiden Ahmadinejad juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kehadiran Indonesia yang diwakili Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam Konferensi Nuklir di Iran baru-baru ini,” ujar Dinno.

Selain menyampaikan undangan, Menteri Komunikasi dan Informatika Iran itu juga membicarakan peningkatan hubungan Indonesia-Iran bersama Presiden. Salah satunya adalah peningkatan volume perdagangan dari 900 juta dollar AS per tahun menjadi 1 milliar dollar AS lebih pada masa yang akan datang.

Di bidang investasi, Indonesia melalui PT Telkom rencananya juga berinvestasi dalam bidang telekomunikasi di Iran. Sementara Iran berinvestasi dalam pembangunan kilang minyak di Banten. Selain itu Indonesia berharapa realiasi kesepakatan kerjasama investasi bidang telekomunikasi, kilang minyak, pabrik pupuk di Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan nilai perdagangan Indonesia dengan Iran bisa mencapai US$1 miliar dari realisasi saat ini US$900 juta dengan terus meningkatkan kesepakatan kerja sama perdagangan dan investasi yang telah dilakukan kedua negara.

Banyak pengusaha Iran yang melakukan investasi ke luar negeri dengan nilai investasi yang cukup besar. Salah satu negara yang sukses menangkap peluang itu adalah negara tetangga Malaysia.

Hingga saat ini, hubungan yang cukup baik antara Iran dan Indonesia telah melalui masa yang  panjang. Hubungan kedua negara mayoritas penduduknya beragama Islam tersebut telah memasuki usia ke-60 tahun.