
MaiwaNews – Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Kabupaten Maros, Sulsel menggelar debat kandidat di aula Masjid Al Markas Al Islami Maros, Sabtu (19/6). Debat ini mengangkat tema seputar hukum dan pemerintahan, pendidikan dan kebudayaan, dan kesehatan dan lingkungan hidup. Dalam debat, keenam pasangan calon bupati dan wakil bupati lebih banyak mengangkat persoalan pendidikan dan kesehatan.
Para kandidat menyoal kondisi pendidikan dan kesehatan di Maros yang butuh perbaikan, dimana indeks pembangunan kesehatan Maros berada di urutan ke-188 dari 450 kabupaten dan kota di Indonesia. Sementara di sektor pendidikan, Maros berada diurutan ke-18 dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Salam debat kandidat yang dimulai pukul 09.00 wita dan berakhir siang ini, keenam kandidat seolah saling menguji kemampuan dan pengetahuan mereka. Debat ini juga isemarakkan dengan teriakan dan yel-yel masing-masing pendukung pasangan calon, baik yang ada di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Setiap pasangan calon hanya boleh mengikutkan 20 orang pendukung masuk ke dalam ruangan. Sebagian pendukung yang tidak dapat masuk ke ruangan, mendengarkan debat melalui pengeras suara yang dipersiapkan panitia di pelataran masjid.
Panelis debat yang dihadirkan Komisi Pemilihan Umum berasal dari beragam disiplin dan profesi, antara lain Prof Aminuddin Ilmar (akademisi), Citra Kusuma Sari (pengamat kesehatan dan lingkungan), Ahyar Anwar (akademisi dan kritikus sastra), Muslim Salam, dan Muhamad Yunus Sain.
Tercatat ada enam pasang cabup dan cawabup yang bertarung dalam Pemilukada Maros 2010, masing- masing, 1) Nurhasan dan Karim Saleh (Nurkarim), 2) Andi Syahriwijaya dan Andi Burhanuddin (Jaya Berbudi), 3) Andi Paharuddin-Devo Khadafi (PasKi), 4) Zainal Abidin Noer dan Saladin Hamat Yusuf (Zainal-SHY), 5) Prof Asdar dan Rijal Assagaf (Asri) dan 6) M Hatta Rahman dan Andi Harmil Mattotorang (Hatita).
.









