
maiwanews – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan “Penyakit Islamofobia menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, khususnya di Barat, seperti sel kanker”. Hal itu disampaikan dalam Simposium Internasional Pertama tentang Media dan Islamofobia di Ankara Turki Selasa 25 Mei.
Menurutnya, masalahnya bukanlah Islamofobia atau ketakutan akan Islam, tapi permusuhan langsung terhadap Islam. Upaya pembusukan terhadap Muslim memicu virus permusuhan.
Dijelaskan bahwa negara-negara tertentu di Eropa melakukan upaya intens untuk membentuk kembali Islam sejalan dengan watak mereka sendiri. Mencoba untuk mengatasi ketidakpastian akibat disebabkan oleh perubahan keseimbangan kekuasaan.
Serangan rasis dan Islamofobia telah meningkat 250 persen di Barat selama lima tahun terakhir dengan peningkatan korban jiwa hingga 700 persen. Lebih dari 15 ribu insiden Islamofobia telah dilaporkan selama lima tahun terakhir ke lembaga masyarakat sipil di 5 negara terbesar di Uni Eropa (UE). Serangan ini, menargetkan warga di Eropa, telah meningkat 54 persen dibandingkan tahun lalu.
Presiden Erdogan menilai perlu adanya desakan terhadap semua politisi, intelektual, anggota media, dan ulama di seluruh dunia untuk mengambil tindakan terhadap penyakit permusuhan terhadap Islam. (Kantor Kepresidenan Turki)









