Fahira Idris Minta Siapapun tidak Ulangi Kekeliruan Babiambo

fahira-idris
Fahira Idris.

maiwanews – Fahira Idris meminta siapapun untuk tidak mengulangi kekeliruan sebagaimana dilakukan pemilik usaha Babiambo. Usaha ini diketahui menjual masakan khas padang berbahan baku daging babi.

Fahira, Wakil Ketua DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), mengatakan, protes keras masyarakat minang sangat beralasan. Masyarakat Minang menjunjung tinggi nilai-nilai masakan khas Padang terutama rendang, salah satunya nilai kehalalan.

“Karena pihak bersangkutan telah meminta maaf, menyesal, dan mengaku murni karena kurangya pemahaman dia, maka Insya Allah dimaafkan”, ungkap Fahira dalam pernyatan tertulisnya Sabtu (11/06/2022). Ia meminta jangan lagi ada pihak lain meniru hal sebagaimana dilakukan pelaku usaha Babiambo.

Kegiatan serupa akan memicu protes keras dari masyarakat Minang mengingat masakan Padang terutama rendang punyai prinsip dan nilai-nilai tersendiri. Fahira menegaskan, jika ingin menjual makanan non halal, jangan kaitkan dengan kekhasan orang Minang. Menghormati nilai-nilai sebagaimana diyakini orang lain merupakan salah satu bentuk toleransi.

Dijelaskan bahwa nilai-nilai dalam masakan rendang bukan hanya budaya dan adat, tapi juga kehalalan. Dari sisi budaya dan adat diketahui bahwa rendang lahir dari ide dan kearifan masyarakat Minangkabau. Masakan ini disajikan pada acara adat perhelatan sebagai bentuk penghormatan terhadap penghulu, niniak mamak, bahkan terhadap tamu. Rendang sudah menjadi identitas tradisi masyarakat Minang.

Faktor halal memiliki keterkaitan erat dengan asas orang Minang yaitu Adat Basandi Syarak. Syarak Basandi Kitabullah tercermin dari semua aktivitas termasuk memasak.

Masakan rendang harus menggunakan bahan-bahan halal, termasuk daging, ini sebagai bentuk ketaatan orang Minang dalam menjalankan ajaran agama. Jika ada pihak mengkreasikan rendang dengan bahan tidak halal apalagi untuk dikomersilkan, berarti tidak menghormati prinsip dan nilai orang Minang. (z)