maiwanews – Ekonom Faisal Basri menyatakan sudah bukan saatnya lagi Indonesia malu menyatakan diri bahwa akan lebih baik menerapkan sistem pasar sosial daripada sistem pasar bebas yang kapitalis.
“Jangan lagi malu katakan bahwa sistem indonesia adalah pasar sosial, bukan lagi pasar bebas yang menjadi ciri dari sistem ekonomi liberalisme ataupun kapitalisme,” kata Faisal Basri.
Faisal menyayangkan mengapa sistem pasar sosial di Indonesia dipandang sebagai hal yang tabu. Padahal yang terpenting menurut Faisal adalah sistem pasar yang dianut Indonesia dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Tapi kenapa (sistem pasar sosial) menjadi barang bau? ” kata Faisal.
Hal tersebut diungkapkan Faisal dalam sebuah acara diskusi bertajuk POLEMIK: Merdeka tapi Cemas di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Agustus 2010.
Faisal mengungkapkan keuntungan jika mengadopsi sistem pasar sosial, terdapat empat pilar utama yang diyakininya baik untuk bangsa Indonesia yang akan terjadi yakni market creating, regulating, stabilizing, dan legitimizing.
Kempatnya itulah menurut Faisal yang menjadi prinsip pasar sosial, dimana praktek monopoli yang terjadi bisa dikendalikan, termasuk memungkinkan dihadirkan pula sistem jaminan sosial nasional.
“Kalau tidak ada sistem jaminan, jangan terapkan sistem pasar bebas,” kata mantan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) itu lagi.









