Fatah-Hamas Tandatangani Kesepakatan Rekonsiliasi

Palestina-1-edPemimpin dua faksi utama Palestina Fatas dan Hamas menandatangani kesepakatan rekonsiliasi. Kedua pihak tiba di Kairo Rabu 27 April 2011 untuk perundingan perdamaian dilakukan secara tertutup dan ditengahi Mesir. Penandatanganan kesepakatan kemudian dilakukan 4 Mei 2011. Perundingan itu diharapkan mengakhiri empat tahun keretakan kedua pihak.

Petemuan pemimpin Hamas Khaled Meshaal dan kepala Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dari Fatah adalah yang pertama kali sejak tahun 2007. Kedua pemimpin berharap perjanjian itu bisa membantu Palestina.

“Tujuan kami adalah untuk mendirikan negara Palestina yang bebas dan benar-benar berdaulat di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan ibukota Yerusalem”, kata Meshaal. Ia menambahkan bahwa pihaknya bersedia membayar berapapun harga demi tercapainya rekonsiliasi. Sebab perdamaian Hamas dan Fatah adalah senjata terbaik dalam melawan Israel.

Jurubicara delegasi Fatah, Azzam al-Ahmad, mengatakan persatuan nasional sebagai senjata terbaik Palestina dalam menghadapi pendudukan Israel.

Pendukung Hamas di Tepi Barat menyambut perjanjian itu. Fadel Hamdan, anggota DPR Palestina mengatakan Hamas menginginkan rekonsiliasi namun tidak diizinkan rejim pemerintah Husni Mubarak. Dia mengatakan begitu Mubarak turun, proses itu mulai lagi dan ia berharap Fatah akan bergabung dengan perjuangan Hamas.

Rekonsiliasi dari dua faksi Palestina terkemuka telah membuat marah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ia mengatakan Otorita Palestina harus memilih untuk berdamai dengan Israel atau dengan Hamas.

Hamas, yang mengatur Gaza, dan Fatah, yang menguasai Tepi Barat, telah berselisih sejak Hamas menang dalam pemilihan parlemen Palestina pada Januari 2006. Fatah ingin berunding dengan Israel sementara Hamas menentang dan menyerukan kehancuran negara Israel. Setelah kemenangan Hamas, Fatah mendirikan markas di Tepi Barat yang diduduki Israel. (VOA/PressTV/aso | Foto: Takver)