
maiwanews – Federal Bureau of Investigation (FBI) membuka lowongan bagi para ahli teknologi untuk mengisi posisi sebagai agen khusus siber (cyber). Penyelidikan kejahatan siber seperti peretasan website, intrusi, pencurian data, botnet, dan serangan DDoS menjadi prioritas utama FBI dewasa ini.
Untuk mengimbangi perkembangan ancaman kejahatan, FBI mengajak ahli dunia maya berpengalaman dan bersertifikat untuk mempertimbangkan bergabung dengan FBI. Robert Anderson, Jr, asisten direktur eksekutif untuk urusan kriminal, siber, respon, dan cabang, mengatakan FBI mencari orang-orang berbakat dan memiliki kemampuan teknis individual terlatih yang termotivasi oleh misi FBI untuk melindungi negara dan rakyat Amerika Serikat dari berkembang pesatnya ancaman dunia maya.
“Yang kami inginkan adalah warga yang datang dan ingin menjadi bagian dari tim yang bekerja dalam penyelidikan yang sangat kompleks dan untuk kemampuannya dalam tim”, kata Robert Anderson.
FBI saat ini sedang berkampanye untuk menarik orang-orang dengan bakat teknis, termasuk ilmuwan komputer, spesialis IT, dan insinyur.
Persyaratan utama untuk menjadi agen khusus termasuk melewati pemeriksaan latar belakang yang ketat dan tes kebugaran. Agen harus minimal berusia 23 tahun dan tidak lebih dari 37 tahun. Calon agen khusus siber diharapkan dapat memenuhi ambang batas yang sama sebagai agen khusus, dan juga memiliki banyak pengalaman dalam hal komputer dan teknologi. Lebih disukai berlatar belakang pemrograman komputer dan keamanan, administrasi basis data (database), analisis program jahat (malware), forensik digital, dan bahkan etika peretasan (hacking). (m013/FBI)









