Film Soekarno: Rachmawati Layangkan Somasi, Produksi Jalan Terus

maiwanews – Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) diwakili Rachmawati Soekarnoputri layangkan surat somasi kepada Multivision terkait pembuatan film tentang proklamator dan presiden pertama Indonesia, Soekarno. Putri sang proklamator menilai sosok Bung Karno dalam film itu lebih tepat diperankan oleh Anjasmara, dan Bu Inggit lebih baik diperankan oleh Zee Zee Shahab dibandingkan Maudy Koesnaedi.

Penolakan Rachmawati juga didasari oleh fokus latar belakag cerita. Rachmawati ingin film berjudul Soekarno: Indonesia Merdeka! fokus pada masa-masa pasca G30S PKI. Keinginan tersebut berbeda dengan keputusan Multivision, latar cerita tentang Soekarno fokus pada peristiwa masa-masa kemerdekaan.

Rachmawati khawatir kredibilitas Soekarno turun jika Aryo Bayu dipaksakan memerankan sosok Soekarno. Sikap tersebut didasarkan pada hasil wawancara dengan Aryo dimana Aryo mengaku bukan seorang nasionalis dan tinggal lama di luar negeri.

Terkait somasi tersebut, Multivison telah memberikan jawaban, tapi Rachmawati mengaku tidak puas. Dalam pernyataannya di Jakarta Kamis 19 September, Rachmawati akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum jika Multivision tetap memproduksi dan mengedarkan film garapan Hanung Bramantyo tesebut. Rachmawati juga akan memproduksi sendiri film Soekarno berjudul Hari Hari Terakhir Bung Karno.

Menurut sutradara film tersebut, Hanung Bramantyo, ia tidak akan mensomasi balik, ia juga meyakinkan bahwa film garapannya bukan untuk menjelekkan pihak tertentu, bahkan sebaliknya, ia berharap generasi film Soekarno: Indonesia Merdeka! bisa menjadi inspirari, utamanya terhadap kaum muda.

Hal senada disampaikan Raam Punjabi selaku produser, ia dan Hanung membuat film tersebut dengan tujuan baik. (R18/d)