
Komite Pengarah Internasional Freedom Flotilla II pada pertemuan di Paris memutuskan keberangkatan armada kemanusiaan pada pekan ketiga bulan juni 2011. Bersama kapal lain, armada itu berangkat dair beberapa pelabuhan di Eropa termasuk Marseilles.
“Kami sangat senang mengumumkan bergabungnya sebuah kapal Swiss-Jerman. Bulan Juli 2010 Bundestag Jerman meloloskan resolusi yang menyerukan penghentian blokade Gaza oleh Israel, beberapa pemerintah negara lainnya memiliki pandangan serupa”, demikian pernyataan resmi pihak armada kapal beberapa waktu lalu.
Komite HAM PBB menemukan fakta bahwa blokade Israel di jalur Gaza terhadap misi Flotilla tahun 2010 tidak sesuai dengan aturan. Sementara Komite Internasional Palang Merah mengatakan Israel haru mengakhiri blokade ilegalnya terhadap Gaza.
Namun Israel tetap mengabaikan hukum internasional dan keinginan komunitas internasional. Meski tanpa dukungan diplomatik yang kuat untuk menegakkan hukum internasional dan membela hak asasi masyarakat Palestina, Flotilla tetap akan berlayar.
“Kami terdorong oleh laporan mengenai keputusan pemerintah Mesir yang baru untuk membuka jalur Rafah”, pernyataan pihak Flotilla. Lebih lanjut dijelaskan komite pengarah akan menemui pejabat pemerintah mereka masing-masing, PBB dan organisasi-organisasi internasional lain untuk menggalang dukungan bagi aksi masyarakat sipil global tersebut.









