maiwanews – Sekretaris Fraksi Partai Golkar kubu Aburizl Bakrie atau Ical, Bambang Soesatyo (Bamsoet0 mengakui betapa beratnya menghadapi kekuasaan terkait konflik internal kepengurusan Golkar.
Bamsoet mengatakan, proses hukum yang telah berjalan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN, Pengadilan negeri (PN), hingga putusan Mahkamah Agung (MA), dalam kenyataannya tidak bisa menyelesaikan persoalan di internal partai.
Hal itu terjadi kata Bamsoet, karena sikap politik pemerintah yang secara vulgar lebih condong ke salah satu pihak dalam persoalan konflik kepengurusan internal partai berlambang pohon bringin ini.
“Kita merasakan betapa beratnya menghadapi kekuasaan. Sehingga yang merah bisa menjadi biru dan biru bisa menjadi merah,” kata Bamsoet di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (21/1/2016).
Menurut Bamsoet, hl itu terlihat pada fakta bahwa putusan hukum TUN di tingkat MA dan Perdata khusus di tingkat PT DKI Jakarta, tidak mampu menghantar kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali untuk mendapat pengakuan resmi dari negara.
Atas kenyataan itu sambung Bambang, pada akhirnya pihaknya harus realistis dengan situasi politik yang berhadapan dengan kekuasaan.
Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar hasil Munas Riau 2009 yang akan digelar pada 23-25 Januari mendatang lanjut dia, tidak menutup kemungkinan merekomendaiskan digelarnya Munas.
Namun ujar Bambang lagi, pelaksanaan Munas luar biasa yang dimaksud harus sesuai Anggaran Dasan dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai Golkar yang mensyaratkan dukungan 2/3 pengurus DPD I seluruh Indonesia untuk digelarnya Munas atau tidak.
Bambang berharap, Rapimnas yang telah mendapat restu para senior Golkar termasuk Habibie dan Jusuf Kalla (JK) ini menjadi tonggak penyatuan kembali partai yang sudah berkonflik lebih dari setahun ini.
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Panglima Dampingi Presiden Berikan Pengarahan ke Dansat Jajaran TNI
Scholz Kunjungi Magdeburg Setelah Serangan Pasar Natal
Alasan Kesehatan, Pihak Berwenang Myanmar Bebaskan Sekutu Suu Kyi
Safari Subuh, Andi Arwin Azis Ajak Jamaah Berpilkada dengan Bijak









