Google Telusur Aman Menarget Situs Berisi Aplikasi Tidak Diinginkan

google art 2 ed

maiwanews – Raksasa mesin pencari Google menyiapkan layanan baru telusur aman (Google Safe Browsing) untuk kenyamanan peselancar di internet. Dengan fasilitas tersebut pengguna akan diberi peringatan jika mengakses situs berisi aplikasi jahat (malware, phising, dll), maupun aplikasi tidak diinginkan lainnya.

Dalam berselancar, pengguna Google Chrome akan mendapat peringatan jika mengunjungi alamat web berisi aplikasi tidak diinginkan. Aplikasi tersebut memiliki kemampuan menginstal program atau merubah pengaturan pada browser secara diam-diam tanpa persetujuan pengguna. Sebagian diantaranya sulit untuk di-uninstall.

Jika instalasi perangkat lunak berhasil dilakukan, aplikasi bisa memunculkan iklan pada browser pengguna. Aplikasi tersebut bisa mengarahkan browser ke halaman tertentu di internet, misalnya mesin pencari atau situs lainnya. Hal ini dapat sangat mengganggu peselancar. Bahkan, aplikasi jahat mampu mencuri informasi penting seperti password, kartu kredit, maupun data dan informasi penting lainnya.

Selain Google Chrome, aplikasi telusur aman bisa diinstal pada Safari (browser milik Apple) maupun Mozilla Firefox. Adapun Microsoft Internet Explorer, aplikasi dari Google ini belum bisa ditambahkan, namun Internet Explorer telah memiliki layanan serupa yaitu SmartScreen Filter.

Tidak hanya memberi peringatan bagi peselancar melalui layanan telusur aman, Google juga menurunkan peringkat situs berisi aplikasi tidak diinginkan dalam hasil pencarian di mesin pancari Google. Kebijakan ini akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna mesin pencari Google.

Situs-situs berisi aplikasi tidak diinginkan atau program jahat lainnya akan berada di peringkat bawah dalam hasil pencarian. Kemungkinan pengunjung mengklik tautan (link) menuju situs tidak aman akan semakin kecil.

Blog resmi Google Kamis 12 Maret menyebutkan dewasa ini teknologi telusur aman menampilkan 5 juta peringatan setiap harinya, mendeteksi 50.000 aplikasi mencurigakan (malware / malicious software), dan 90.000 situs pengumpul/pemancing informasi sensitif (phising / Password Harvesting).

Bagi situs, jika dideteksi mengandung kode jahat, Google akan memperingatkan penanggung jawab situs tersebut baik pemilik maupun operator. Mereka juga diberi tips bagaimana mengatasi masalah program jahat situsnya. Disampaikan melalui layanan Google lainnya, Webmaster Tools dan Google Analytics. Banyak diantara pemilik situs tidak menyadari web mereka berisi program tidak diinginkan sampai mereka menerima pemberitahuan mengenai hal itu. (m013 | Gambar Ilustrasi: Wikimedia))