Bojonegoro – Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro kemarin siang bersama petani di Desa Cangakan, Kecamatan kanor, melakukan gropyok tikus yang menyerang areal tanaman padi di wilayah setempat, Kamis (21/4).
“Ini (gropyok tikus) kita lakukan setelah beberapa tanaman padi milik warga diserang tikus kemarin,” kata Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Bojonegoro, Agus Haryana melalui telepon genggamnya, Jum’at, (21/4).
Gropyok tikus yang dilakukan ini mengunakan sistim pengomposan (menggunakan asap) dan pengumpanan. Gropyok dilakukan lahan pertanian seluas 3 ha dengan melibatkan petani dari beberapa kelompok tani di wilayah Desa Cangakan.
“Dampak serangan tikus ini mengancam 300 ha lahan pertanian diwilayah sini,” tegas pria asli Malang, Jatim ini.
Dijelaskan, rata-rata tanaman padi diwilayah cangakan yang diserang tikus itu berusia antara 55 – 60 hari. Untuk menanggulanginya, Disperta juga telah memberikan bantuan obat berupa tiran dan rodentisida.
“Saya harapkan para petani untuk selalu waspada dengan serang tikus ini. Bila ada tanaman yang terserang langsung berkoordinisasi dengan PPL (petugas penyuluh lapangan) agar bisa secepatnya dikendalikan,” pesan Agus.
Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa dalam seminggu ini dia akan meminta kerjasamanya dengan Kades (Kepala Desa) se-Kabupaten Bojonegoro untuk segera memberikan informasi ke Disperta. memet
.









