Hari Kedelapan, Pesawat Amfibi Beriev BE-2004C Lakukan Pencarian

pesawat-amfibi-Beriev-BE-2004C-uacrussia-rumaiwanews – Menggunakan pesawat amfibi Beriev BE-2004C, tim dari Rusia mulai melakukan pencarian di perairan lokasi ditemukannya badan pesawat AirAsia QZ8501 pada Minggu (04/01/2015).

Wakil Duta Besar Rusia Alexander Shilin mengatakan, Pemerintah Rusia menyiapkan 70 personel dengan berbagai spesialisasi dan teknologi canggih termasuk teknologi yang dimiliki pesawat amfibi Beriev BE-2004C dalam upaya pencarian.

Tim Rusia itu akan melakukan pecarian terhadap penumpang maupun puing pesawat. Namun prioritas utama mereka adalah menemukan kotak hitam pesawat AirAsia QZ 8501.

“Tujuan utama kami datang kesini, untuk mendapatkan kotak hitam pesawat AirAsia. Kami akan mulai bekerja, Minggu (4/1/2015),” kata Alexander Shilin dalam jumpa pers di posko utama pencarian pesawat AirAsia di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (03/01/2015) sore WIB.

Pesawat amfibi Beriev BE-2004C dirancang khusus untuk berbagai fungsi seperti transportasi kargo, operasi pencarian dan penyelamatan, pemantauan lingkungan, berpatroli di zona ekonomi eksklusif dan laut perbatasan, serta terutama untuk operasi pemadaman kebakaran.

Kelebihan pesawat yang dikembangkan oleh Beriev. GM Beriev ini adalah kemampuannya beroperasi dari lapangan udara di Kelas B dengan panjang landasan 1.800 meter serta dapat lepas landas dan mendarat di atas laut pada ketinggian gelombang hingga 1,3 meter.

Untuk operasi penyelamatan, pesawat BE-200 handal melakukan evakuasi korban dari lokasi bencana, pencarian dan deteksi kapal hilang, akurat dalam menentukan koordinat fokus darurat, klasifikasi target terdeteksi secara visual dan melalui peralatan on-board, serta pengangkutan peralatan dan pasukan pemadam.

Sebelumnya dikabarkan, Pemerintah Indonesia berminat membeli pesawat jenis ini untuk digunakan dalam operasi pencegahan pencurian ikan di laut.