Hati-Hati, Beredar Hoax Akses Pornografi Blackberry

logo-blackberryFasilitas Blackberry Messenger menjadi salah satu sarana baru bagi orang-orang tidak bertanggung jawab demi mendapatkan keuntungan dengan cara tidak legal.

Salah satunya adalah dengan mengirim pesan bernada ancaman kepada pengguna BB. Pengirim biasanya mengatasnamakan RIM Blackberry bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara. Dalam pesannya pengirim menuding pengguna Blackberry telah melakukan pelanggaran dengan mengakses situs berbau pornografi.

Isi pesan biasanya seperti ini:

Kami RIM BLACKBERRY INDONESIA, bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara. Telah mendapatkan data bahwa perangkat BlackBerry saudara telah disalahgunakan dengan meng-akses dan menyebarluaskan pornografi. Kami telah melacak semua data saudara baik perangkat Blackberry, IP address internet, dan semua data pribadi anda.

Maka dengan pesan ini, kami akan memproses kasus saudara ke jalur hukum sesuai dengan pasal-pasal pornografi dan pornoaksi yang telah di sahkan oleh Negara Republik Indonesia. Karena telah melanggar pasal-pasal tersebut.

Jika saudara tidak mengindahkan ataupun membalas peringatan dari kami, maka kami akan bekerja sama dengan badan hukum negara akan memproses saudara ke jalur hukum, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam waktu 2 x 24 jam dari sekarang.

Hormat kami,

RIM BLACKBERRY INDONESIA

Sebuah portal pengguna Blackberry Indonesia telah mengeluarkan peringatan kepada pengguna agar berhati-hati menyikapi pesan seperti itu. Seorang pengguna bahkan mencurigai hal tersebut sebagai salah satu modus baru kejahatan dengan cara pemerasan. Sangat disarankan untuk mengabaikan pesan tersebut, apalagi terdapat beberapa kejanggalan di dalamnya.

Peringatan mengenai penyalahgunaan perangkat telekomunikasi untuk mengakses pornografi seharusnya disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Selain itu, untuk membatasi akses ke situs berbau pornografi sangat mudah dilakukan pihak RIM tanpa harus mengirim peringatan pada penggunanya.

Pihak Kominfo juga telah mengeluarkan pernyataan melalui situs resminya. Kepada warga masyarakat yang menerima pesan tersebut diminta untuk mengabaikan pesan peringatan tersebut, karena Kementerian Kominfo sama sekali tidak ada kesepakatan dengan pihak RIM (Research In Motion) untuk kegiatan yang sifatnya mengingatkan pengguna jasa telekomunikasi dengan cara penyampaian pesan yang substansi isinya seperti tersebut di atas.

BERITA LAINNYA

.