maiwanews – Dipicu pelecehan terhadap Pancasila, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan sementara kerjasama militer dengan Australian Defence Force (ADF).
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyahri memuji ketegasan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam menyikapi pelecehan yang dilakukan negara tetangga tersebut.
“Kalau memang itu sudah diputuskan oleh TNI, kalau dasarnya ada penghinaan terhadap Pancasila, saya kira kita memang mengapresiasi ketegasan dari TNI,” ungkap Kharis, di Jakarta, Rabu (4/1).
Namun menurut Kharis, penghentian kerjasama itu jangan sampai mengganggu hubungan TNI dengan militer Australia, termasuk jangan sampai hubungan bilateral kedua negara diciderai oleh adanya penghinaan terhadap lambang negara.
“Saya kira, kita cooling down dulu untuk kasus ini dan berharap dengan penghentian sementara tidak akan memengaruhi hubungan bilateral,” ujar politisi Partai Keadilan Dejahtera (PKS) ini.
Untuk itu kata Kharis, Komisi I DPR sebagai komisi yang salah satunya membidangi soal pertahanan, akan menanyakan langsung kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai masa reses yakni tanggal 10 Januari mendatang.
Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Shahid Rajaei Iran Tewaskan 25 Orang
Pemuda Tani Barru Jalin Kerja Sama dengan Produsen Pupuk Organik ZAQ
Presiden Instruksikan Kementerian ESDM Aktifkan Kembali Pengecer LPG, Ungkap Dasco
Jelang Pelantikan Trump, Pengamanan Luar Gedung Kongres Makin Ketat
Korpolairud Jalin Kerja Sama dengan Akademi Pelayaran dan Penerbangan









