maiwanews – Pameran industri pertahanan, Indo Defence 2010, diikuti lebih dari 480 peserta. Salah satu diantaranya, tampi sebuah kendaraan militer buatan putra putri Indonesia, Hovercraft yang diberi nama Kartika.
Kehadiran Hovercraft Kartika milik TNI Angkatan Darat di area out door Indo Defence itu cukup menarik perhatian pengunjung pameran yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 113 November di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran itu.
Hal itu terjadi, di samping karena keunikan kendaraan berdimensi 14,2 x 7 meter yang mampu bermanuver di perairan maupun di darat itu, tetapi juga sekaligus karena kendaraan amphibi yang mampu melaju maximal 30 knot tersebut menunjukkan kemampuan bangsa memproduksi perlengkapan pertahanan sendiri.
Di sekeliling Hovercraft Kartika, dalam pameran yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan RI bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama itu, juga terpajang 90 buah kendaraan tempur panser buatan PT Pindad Bandung.
Sayangnya, panser-panser tersebut tidak tampil hingga pameran selesai. Panser itu akan kembali ke markas masing-masing pada Kamis malam untuk tugas lain. “Karena tugas pengamanan dengan panser tidak pernah berhenti,” kata seorang anggota TNI-AD di lokasi pameran, Kamis, 11 November 2010 sore.
Dalam event keempat yang digabung dengan event Indo Aerospace dan Indo Marine sekaligus itu, diisi dengan berbagai acara seperti seminar dan forum. Di samping itu, juga diadakan atraksi udara pleh tim Roulette dari Australia yang dilaksanakan setiap kari pada sore hari.
Pameran ini dibuka khusus untuk bisnis dan undangan pada pukul 10.00 hingga 17.00 WIB Rabu-Jumat, sementara untuk umum, dibuka pada Sabtu sejak pukul 10.00-16.30 WIB. Khusus untuk umum, pengunjung dikenakan biaya masuk Rp 50 ribu.
Danlantamal VI hadir di Musrembang RPJMD 2025
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin
Musim Ketiga Porsche Sprint Challenge Indonesia Dibuka di Sepang
World Governments Summit, Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan Dunia
Prabowo Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen









