Hubungan Bilateral Iran-Saudi Membaik

maiwanews – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh Senin 10 Mei mengatakan masalah bilateral dan regional telah menjadi agenda dalam pembicaraan baru-baru ini antara Teheran dan Riyadh, menambahkan bahwa hubungan antara kedua belah pihak akan baik untuk kedua negara dan kawasan.

Saeed Khatibzadeh mengatakan pendekatan kembali dan pemulihan hubungan bilateral antara dua negara Muslim di Teluk Persia adalah untuk kepentingan kedua negara dan kawasan itu. Ia berharap dengan adanya perubahan suasana tersebut, kedua negara akan menuju pemahaman bermakna dalam hubungan bilateral dan regional.

Bulan lalu, Khatibzadeh bereaksi terhadap pernyataan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman tentang hubungan Teheran-Riyadh dan wilayah tersebut. Putra Mahkota Saudi mengatakan kerajaan memandang Iran sebagai negara tetangga dan bercita-cita memiliki hubungan baik dengannya.

Khatibzadeh menanggapi dengan mengatakan Iran dan Arab Saudi, sebagai dua negara penting di kawasan dan dunia Muslim, dapat memasuki babak baru interaksi dan kerja sama untuk mencapai perdamaian, stabilitas, dan pembangunan kawasan dengan mengadopsi pendekatan konstruktif dan berbasis dialog.

Hubungan diplomatik antara Teheran dan Riyadh memburuk setelah eksekusi ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr pada Januari 2016, seorang kritikus vokal terhadap monarki Saudi, di Arab Saudi. Riyadh memutuskan hubungan dengan Teheran setelah itu sebagaitanggapan atas serangan pengunjuk rasa di kedutaannya di ibu kota Iran.

Kampanye militer Arab Saudi melawan Yaman serta kematian ratusan jemaah haji Iran dalam himpitan mematikan di Mina Arab Saudi pada September 2015 telah mempersiapkan pemicu memburuknya ketegangan antara Teheran dan Riyadh. (Tasnim)