Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan bahwa NATO telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap temannya, Muammar Khadafi setelah serangan udara yang menghancurkan kantor pemimpin Libya itu.
“Anda tahu bahwa Muammar Khadafi adalah teman kita, tetapi hal ini tidak ada hubungannya dengan persahabatan. Apa hak mereka harus menjatuhkan bom? Mereka ingin membunuh Khadafi “, kata Chavez.
“Kami tidak setuju dengan apa Khadafi lakukan, tapi siapa yang bisa menganggap diri sendiri memiliki hak untuk mengebom dia setiap pagi? Bom jatuh pada pusat perbelanjaan, rumah sakit dan universitas. Segala sesuatu yang mereka lakukan adalah untuk meruntuhkan sistem “, tambah Chavez.
Dilain pihak NATO membantah pihaknya mencoba untuk menyerang Khadafi dengan melakukan serangan bom di kantornya di Bab Al-Aziziya, pinggiran Tripoli.
Menurut komandan misi NATO di Libya, Jenderal Charles Bouchard, serangan udara itu ditujukan pada pusat komunikasi yang terletak di kediaman Khadafi. “Misi NATO tidak bertujuan” individu “, kata Jenderal Kanada tersebut. “Kita harus mengakhiri kekerasan terhadap manusia,” tambahnya.
Hugo Chavez kembali diajak untuk mencari solusi diplomatik, satu bulan setelah ia mengusulkan mengirim misi perdamaian ke Libya. “Delegasi yang dikirim oleh Presiden Khadafi baru saja tiba di Venezuela untuk mencari solusi diplomatik terhadap krisis”, katanya.
Pemimpin Venezuela berpendapat bahwa satu-satunya tujuan dari intervensi asing di Libya adalah untuk “mengontrol sumber daya minyak.” (dotspress/aso)
.









