Idrus: Masalah Jika Setiap Orang Berkumpul Bisa Disebut Munas

idrus-marham-maiwanewsmaiwanews – Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham menuding ada oknum elite politik tertentu bermain dalam keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) hingga kepengurusan Partai Golkar tidak disahkan.

Meski tak bersedia menyebut elit politik yang dimaksud, Idrus menuding oknum politik itu memiliki skenario untuk memecah belah Partai Golkar.

Idrus menjelaskan faktanya memang ada dua munas di Partai Golkar. Namun yang menjadi persoalan kata Idrus, adalah ketika ada orang yang berkumpul namun dengan mudah disebutkan sebgai munas.

Padahal definisi munas dan segala syarat untuk melaksanakannya Idrus menjelaskan, sudah jelas diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

Di AD/ART itu lanjut dia, jelas disebutkan tentang apa namanya, dan siapa-siapa yang punya hak suara. Ditegaskan Idrus, munas di Golkar peserta resminya adalah pimpinan DPD se-Indonesia, DPP dan ormas.

“Jadi kalau yang hadir di situ orang nggak jelas kemudian dianggap munas, jadi persoalan,” kata Idrus Marham di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 16 Desember 2014.