maiwanews – India sukses melakukan ujicoba rudal jelajah supersonik darat ke darat versi BrahMos yang dikembangkannya bersama dengan Rusia, Minggu, 5 September 2010.
Ujicoba rudal itu ditembakkan dari sebuah peluncur bergerak, sekitar 200 kilometer timur laut Bhubaneswar, ibu kota negara bagian Orissa, India timur.
“Uji coba rudal vesi BrahMos darat ke darat itu berhasil dan mencapai semua tujuan misi itu,” kata S.P Dash, Direktur Lapangan Uji Coba Terpadu di Chandipur.
Ujicoba rudal BrahMos terakhir dilakukan Minggu, 21 Maret 2010 lalu. Ketika itu, peluncuran dilakukan dari kapal angkatan laut di Teluk Benggala, pantai timur India.
BrahMos yang diklaim memiliki jangkauan tembak 290 kilometer dan dapat membawa 300 kilogram hulu ledak konvensional tersebut, merupakan jenis Rudal itu dapat digerakkan.
Rudal canggih tersebut, dapat melesat ke udara dengan kecepatan satu kilometer per detik.
Rudal itu mengambil nama Sungai Brahmaputra India dan Sungai Moskow Rusia. Para ahli India dan Rusia mulai mengerjakan rudal itu tahun 2001, dan telah digunakan oleh militer India sejak 2007.
BrahMos Aerospace, perusahaan patungan India-Rusia, membutuhkan persetujuan kedua pemerintah untuk mengekspor senjata yang diklaim produsennya sebagai rudal jelajah tercepat di dunia itu.
Rudal BrahMos yang dijual dengan harga tiga juta dolar Amerika tersebut, pernah ditawarkan kepada militer Indonesia. Tiga negara lain yang juga ditawarkan adalah Afrika Selatan, Brazil dan Chile.
Jika anggaran gedung baru DPR yang Rp 1,6 triliun itu dialihkan untuk membeli rudal tersebut, kita bisa miliki setidaknya 60 buah, dan sikap Malaysia terhadap Indonesia tentu akan menjadi lain.









