Indonesia Bangun Kapal Perang ‘Perusak Kawal Rudal’

kri fran kaisiepomaiwanews – Dalam rangka mengawal kedaulatan negara, Pemerintah Indonesia secara resmi memulai pembangunan kapal perang modern  ‘Light Fregat-Perusak Kawal Rudal’ yang akan diproduksi di dalam negeri.

“Ini adalah langkah awal industri pertahanan Indonesia untuk maju,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin 16 Agustus 2010.

Menurut Purnomo Yusgiantoro, kapal ini merupakan kapal perang tempur modern pertama yang akan dibuat oleh Indonesia. Ini bukti keseriusan Indonesia mempertahankan kedaulatan dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Pornomo mengatakan, Kemenhan akan menyerahkan sepenuhnya pembangunan kapal ini kepada PT PAL selaku industri pertahanan dalam negeri. “Pembangunan diserahkan sepenuhnya pada PT PAL dengan memaksimalkan konten lokal,” kata Purnomo.

Dalam pembangunan kapal Fregat ini, kata Purnomo, PT PAL akan bekerja sama dengan perusahaan galangan dari Belanda, Damen-Schelde sebagai pemenang tender pembangunan kapal.

Salah satu kesepakatan antara Kemenhan dengan Damen-Schelde, Belanda sebagai pemenang tender adalah, hak paten desain kapal perang itu menjadi milik bersama Kemenhan dengan pemenang tender. Dengan begitu, Kemenhan dan PT PAL memiliki hak menjual kapal yang sama ke negara ASEAN dan Asia.

Kapal PKR dirancang untuk bisa digunakan dalam beberapa misi operasi, antara lain perang elektronika, peperangan anti udara, peperangan anti kapal selam, peperangan anti kapal permukaan, bantuan tembakan kapal.

Kapal tersebut dilengkapi dengan persenjataan rudal SAM, SSM, rudal anti kapal selam, meriam kaliber 76 sampai 100 mm dan kaliber 20 sampai 30 mm, peluncur rudal ke udara, helipad di deck kapal, dan senjata torpedo serta perlengkapan pendukung lainnya.

Kapal memiliki anjang keseluruhan 105 meter, lebar 14 meter, kedalaman 8,8 meter, dengan kecepatan mencapai 30/18/14 knot dengan kekuatan mesin utama 4 X 9.240 tenaga kuda.

Kapal dirancang mampu menampung 100 hingga 120 awak kapal serta mampu beroperasi hingga batar terluar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, baik sendirian maupun mengawal kapal lainnya.

Menurut Purnomo, pembangunan kapal perang ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar US$ 220 juta dengan lama pembangunan selama empat tahun.

BERITA LAINNYA

.