maiwanews – Gubernur Bank Sentral Iran (CBI), Mahmoud Bahmani, menyerukan penggunaan mata uang baru dalam perdagangan global. Bahmani mengusulkan agar mata uang lokal digunakan sebagai altenatif dalam sistem perdagangan internasional.
Berbicara di sela pertemuan D-8 di ibukota Pakistan, Islamabad, hari Kamis 22 Nopember 2012, Bahami memaparkan dampak negatif dari fluktuasi mata uang terhadap pasar negara berkembang. Ia mengatakan Iran telah mengambil langkah tepat menghadapi dominasi mata uang utama seperti dolar dan euro dari cadangan mata uang asingnya dan dari perdagangan internasional.
Dalam melakukan hal tersebut, Iran telah menunjukkan bahwa bukan hal mustahil untuk melakukan perdagangan internasional tanpa menggunakan mata uang utama dunia.
Selain mengajukan usulan terkait mata uang, Bahami menyerukan penghapusan segala hambatan dalam perdagangan dan pendirian bank bersama oleh negara-negara anggota. Usulan ini disambut baik oleh para peserta. Gubernur CBI juga memuji pertumbuhah luar biasa dalam perdagangan antara sesama negara anggota D-8. Pada tahun 2006 nilai perdagangan sebesar 527,24 juta dolar AS, naik menjadi 71 miliar dolar AS pada tahu 2011.
Kelompok D-8 terdiri dari Iran, Turki, Malaysia, Pakistan, Nigeria, Mesir, Bangladesh, dan Indonesia. Presiden Mesir Mohamed Morsi, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan akan berpartisipasi dalam KTT Islamabad. (aso/PressTV/ASH/SS)
Gubernur Sulsel Tinjau Pengerjaan Jalan Hertasning
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 3kg Ganja, Tangkap 2 Pelaku
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Wadan lantamal VI Makassar Berikan Pengarahan Kepada Personel Tidur Dalam Mako Lantamal VI
Porsche Buka Pusat Klasik Pertama Jerman di Kassel









