maiwanews – Setelah resmi menjabat sebagai Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sutarman menyatakan siap menindak aksi premanisme di ibukota Jakarta, termasuk polisi sekali pun.
“Premanisme yang menjadi penyakit masyarakat akan kita tindak. Kita akan lakukan penindakan terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran pidana dan menganggu ketentraman masyarakat,” kata Sutarman.
Menurut Sutarman, siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum akan ditindak sesuai alat bukti dan keterangan saksi yang ada. “Tidak ada masyarakat yang ekslusif,” tegas Sutarman.
Hal itu dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman kepada wartawan usai menghadiri pisah-sambut Kapolda Metro Jaya di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis, 7 Oktober 2010.
Sebelum menjadi Kapoda Metri Jaya, Sutarman adalah Kapolda Jawa Barat. Sutarman juga pernah menjabat Kepala Sekolah Lanjutan Perwira Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kaselapa Lemdiklat Polri) tahun 2008.
Pada tahun 2000, Sutarman juga pernah menjadi ajudan Presiden RI, termasuk pernah menjadi Kapolda Kepulauan Riau (Kepri).
Sutarman menjadi kapolda Metro Jaya menggantikan Timur Pradopo yang dirpomosikan menjadi Kabaharkam Mabes Polri sekaligus dicalonkan Presiden menjadi Kapolri.
Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tidak Gelar Pesta Kembang Api
Kapolda Bengkulu Serahkan Batuan dari Kapolri ke BPBD untuk Korban Gempa
Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya Gagalkan Dua Aksi Tawuran di Jakarta Timur
Kapolda Metro Jaya Tinjau Langsung Keamanan 'May Day 2025' di Sekitar Gedung DPR/MPR RI
?Wali Kota Makassar Pastikan Seleksi Sekda Berjalan Transparan dan Profesional?









