Jakarta – Menjelang pelaksanaan Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Denpasar, Bali awal April mendatang, makin menunjukkan bahwa kubu pro opsisi berada pada posisi di atas angin.
Indikasi utama menguatnya kubu pro opsisi itu adalah kesediaan Megawati Soekarnoputri untuk dipilih lagi untuk kesekian kalinya menjadi ketua umum PDI Perjuangan periode 2010 – 2015 pada kongres PDIP di Bali.
Seperti diketahui, bahwa jika Megawati mersedia maju lagi sebagai calon ketua umum PDI perjuangan, maka dapat dipastikan tidak ada seorang calonpun yang mampu membendung mantan presiden Republik Indonesia ke-5 tersebut memenangkan kembali pemilihan.
Padahal sikap presiden RI wanita pertama itu jelas sangat kukuh mengawal PDIP tetap sebagai partai oposisi, meski Ketua Dewan Pembina DPP PDIP Taifik Kiemas juga tidak bosan-bosannya berupaya menggiring partai berlambang banteng gemuk itu masuk ke dalam bartisan koalisi bersama Demokrat.
Sikap tegas Megawati yang tetap kukuh mempertahannkan posisi oposisi PDIP diperkuat dalam pidato pembukaan Konferda PDI Perjuangan DKI, 21 Maret 2010 lalu di Ancol, Jakarta Utara.
Menurut Megawati saat itu, arah politik PDIP terkait pilihan oposisi atau koalisi tergantung pemegang hak suara anggota PDIP dan dirinya. Beberapa elit PDIP yang diketahui mendukung ide Taufik Kiemas hanya pemilik hak bicara, bukan pemegang hak suara di Kongres, kata Megawati.









