Jelang Paripurna Century: Kini Giliran PKS Yang Kena Serangan Balik

Jakarta – Menjelang Rapat Paripurna yang akan menentukan nasib hasil akhir hak Angket Pansus Bank Century tidak lama lagi digelar, tekanan terhadap anggota Pansus baik secara individu maupun kolektif juga semakin kuat dan intensif.

Salah satu bentuk tekanan dan serangan yang mengemuka saai ini adalah soal kasus hukum salah seorang anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera, Muh. Misbakhun yang dituduh terkait dengan penerimaan dana Bank Century melalui L/C Fiktif.

Safari politik dua orang staf khusus presiden, Andi Arif dan Felix Wanggai, beberapa hari terakhir sangat intens bersilaturrahmi ke sejumlah tokoh nasional seperti Akbar Tanjung, Syafii Maarif, Priyo Budi Santoso, dan Amien Rais.

Tidak hanya itu, duet mantan aktifis tersebut juga aktif mengumpulkan data dan bukti hukum hingga ke Dephukham dalam rangka memperkuat asumsi pelanggaran hukum yang diduga telah dilakukan salah satu inisiator Hak Angket Century tersebut.

Tidak tanggung – tanggung, Andi Arif juga menyatakan telah melaporkan kasus Misbakhun itu ke Tim Pemberantasan Mafia Hukum bentukan Presiden, serta berjanji akan melanjutkan laporan hal yang sama ke Mabes Polri.

Manuver dan tekanan yang dilakukan staf khusus presiden tersebut dipercaya sejumlah pihak terkait dengan sikap keran PKS dalam Pansus Century, termasuk sikap keras yang ditunjukkan Misbakhun dalam pandangan – pandangan sebagai anggota Pansus Century.

Apakah PKS kali ini mampu menahan serangan balik dengan cara terakhir, mengingat sebelumnya mereka cukup kuat menahan serangan lain berupa isu reshuffle dengan pandangan akhir yang cukup tegas tentang pelanggaran Century, termasuk keberanian PKS bersama Hanura, PDIP, dan Golkar menyebut Boediono dan Sri Mulyani sebagai penaggung jawab kasus Century dalam pandangan akhir fraksi.

Rapat Paripurna tanggal 2 dan 3 Maret akan menentukan nasib hasil akhir Pansus Century yang telah berjalan lebih dua bulan, termasuk proses pengambilan keputusan tersebut apakah voting atau tidak.

Namun yang pasti, manufer kedua belah fihak tidak akan berhenti sampai paripurna dilaksanakan, termasuk terakhir, lemparan isu seorang staf khusus Presiden yang lain, Denny Indrayana tentang adanya dua Parpol yang lakukan “nego” kasus Century ke SBY.