
maiwanews – Jerman mendesak Rusia untuk mengutamakan perdamaian di kawasan Eropa. Desakan ini datang di tengah memanasnya situasi di perbatasan Rusia dengan Ukraina menyusul eskalasi militer Rusia di wilayah itu.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier meminta Presiden Rusia Vladimir Putin mengurangi tekanan di Ukraina. Hal itu disampaikan pada konferensi pers bersama dengan Presiden Parlemen Jerman Baerbel Bas hari Minggu (13/02/2022). Demikian dilaporkan VOA hari Senin (14/02/2022).
Moskow dikatakan menempatkan lebih dari 100 ribu tentaranya, Presiden Steinmeier mengatakan, Rusia memikul tanggung jawab atas potensi konflik militer di kawasan Eropa Timur.
Menurut Presiden Steinmeier, penumpukan pasukan Rusia di dekat perbatasan merupakan ancaman nyata bagi Ukraina. Ia menyampaikan, orang-orang di Ukraina berhak hidup tanpa rasa takut dan ancaman. Masyarakat berhak menentukan nasib sendiri dan berdaulat.
Dalam pidatonya, Presiden Steinmeier menegaskan, tidak satupun negara di dunia ini memiliki hak untuk menghancurkan hak-hak warga. Siapapun dikatakan berupaya melakukan hal itu akan dihadapi dengan tegas. (z)









