maiwanews – Anggota Wantimpres Jimly Asshiddiqie akhirnya datang sendiri ke sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Kementerian Hukum dan HAM untuk mendaftarkan diri menjadi ketua KPK, Senin, 14 Juni 2010.
Jimly mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyampaikan niatnya maju menjadi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Presiden SBY tidak keberatan atas rencana Jimly itu.
Jimly tiba sekitar pukul 13.20, di Sekretariat Pansel KPK. Saat tiba, Jimly menyatakan kesiapannya menduduki jabatan pimpinan KPK. “Saya datang mau melamar, saya siap saja. Saya diberi tugas enam bulan pun siap,” kata Jimly.
Jika terpilih nanti, Jimly menegaskan siap mengundurkan diri sebagai anggota Wantimpres meskipun masa jabatan ketua KPK saat ini tersisa satu tahun. Itu berarti jika terpilih, setelah satu tahun ia akan menganggur.
Ia tidak mempersoalkan singkatnya masa jabatan pimpinan KPK kali ini yang hanya 1 tahun. “Jangankan 1 tahun, 6 bulan saja saya siap. Karena, ini merupakan tanggung jawab,” kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu menegaskan.
Seperti diketahui, Jimly adalah salah satu dari lima orang yang diusulkan Forum Rektor Indonesia untuk duduk sebagai pimpinan KPK. Empat calon lainnya adalah Mahfud MD (saat ini menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi), Prof Dr Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum Universitas Indonesia), Prof Dr Saldi Isra (Guru Besar Hukum Universitas Andalas), dan Busyro Muqoddas, MHum (Ketua Komisi Yudisial).
Sebelumnya, pendaftaran Jimly yang diinisiasi oleh ISHI, ditolak oleh Pansel setelah diprotes oleh beberapa calon ketua KPK lain, mengingat salah satu syarat mendaftar adalah tidak boleh diwakili.









