Jakarta – Juru bicara Presiden Julian Aldrian Pasha menegaskan bahwa tidak ada deal politik atau deal antara Presiden SBY dan Presiden Bank Dunia soal pengangkatan Sri
Mulyani sebagai Managing Director World Bank.
”Saya tidak tahu dasarnya darimana. Yang jelas, posisi Managing Director bukan diselesaikan dalam satu dua hari. Ada proses dan saya tahu dulu pernah ada surat dari Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick, pada saat kita retreat di Tampaksiring untuk menanyakan kemungkinan Sri Mulyani dinominasikan untuk menjadi Managing Director,” Julian menjelaskan.
Hal tersebut diungkapkan Julian usai mendampingi Presiden Yudhoyono membuka Kongres Umat Islam Indonesia di Ruang Serbaguna Asrama Haji pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat, 7 Mei 2010 siang.
Dilanjutkan Julian, Bank Dunia juga menyadari sepenuhnya bahwa Sri Mulyani masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, dengan demikian tentu Ia masih sangat dibutuhkan Indonesia.
”Kalau sekiranya memang tidak mungkin untuk menjadi Managing Director di Bank Dunia, maka ya mungkin mereka juga tidak akan mempertimbangkan lagi untuk seleksi atau nominasi berikutnya,” kata Julian.
Selain itu, Julian juga menjelaskan bahwa pengganti Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dari kalangan profesional dalam artian yang betul-betul mengerti soal sektor keuangan. Hal ini terkait pertimbangan Menkeu pengganti tersebut harus mempertahankan kontinuitas kebijakan ekonomi makro dan fiskal.
”Bapak Presiden pasti mempertimbangkan posisi Menteri Keuangan sangat penting dan strategis. Jadi akan lebih ideal bilamana yang mengisi posisi tersebut adalah orang yang paham atau yang mengerti sektor keuangan dan perekonomian pada umumnya,” kata Julian.









