
maiwanews – Kamis 19 Juli 2012 siang WIB Tim Advokasi Jakarta Baru melaporkan dugaan tindak pidana kampanye hitam terkait Pemilukada DKI Jakarta ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya. “Kami menganggap kampanye hitam pada Pemilukada DKI Jakarta kali ini sudah sampai tingkat sangat mengkhawatirkan karena berpotensi memecah-belah warga DKI Jakarta dengan isu SARA”, kata koordinator tim advokasi, Habiburokhman, SH.
Tim tersebut mengaku telah menginventarisasi kampanye hitam tersebut dan sekaligus juga melakukan analisa hukum. Dikatakan bahwa berdasarkan fakta di lapangan, kampanye hitam tersebut dilakukan dengan menggunakan selebaran tercetak, layanan pesan singkat (SMS), surat elektronik, dan jaringan media sosial yaitu Facebook, Twitter, Blackberry Messenger (BBM) .Saat ini kegiatan kampanye hitam tersebut sudah didokumentasikan untuk dapat dijadikan bukti oleh pihak kepolisian.
Sebagian besar kampanye hitam tersebut mengarah ke pasangan Jokowi – Ahok, dan sudah mulai tersebar di masyarakat sejak sebelum pelaksanaan Pemilukada Putaran pertama tanggal 11 Juli 2012 . Namun demikian ditemukan juga kegiatan kampanye hitam dimana pasangan Foke – Nara juga menjadi korban penghinaan dengan digambarkan mirip sosok diktator Hitler.
Kampanye hitam tersebut semakin gencar setelah sejumlah hasil quick count (hitung cepat) dari berbagai lembaga survei menunjukkan pasangan Jokowi – Ahok memperoleh suara paling tinggi dan dipastikan Pilkada DKI akan dilaksanakan dengan dua putaran.
Tiga bentuk kampanye hitam paling banyak ditemukan adalah pesan berisi berita bohong dan fitnah soal identitas, aktivitas dan latar-belakang Jokowi, pesan menunjukkan kebencian berdasarkan diskriminasi ras dan etnis, dan pesan membunuh karakter pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.
Terlepas dari siapa korbannya, kampanye hitam dalam Pemilukada DKI Jakarta dikatakan tidak bisa ditolerir karena merupakan bentuk pelanggaran hukum sangat serius. “Sebenarnya kami sama sekali tidak khawatir jika kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ahok berpengaruh pada perolehan suara. Akan tetapi Kami ingin warga DKI bisa melaksanakan Pemilukada putaran kedua dengan tenang tanpa diganggu isu-isu memecah belah”, jelas Habib.
Kakorlantas Imbau Pemudik tidak Gunakan Sepeda Motor
Serah Terima PSU kepada Pemkot Makassar disaksikan Pj Sekda Irwan
Sambut Hari Jadi, Humas Polri Gelar Donor Darah di Seluruh Polda
Andi Arwin Hadiri Peringatan HUT TNI di Lapangan Karebosi
Danlantamal VI Tinjau Lokasi Tanah TNI AL di Malangke Lutra-Sulsel









