maiwanews – Kapal perang Republik Islam Iran berlabuh di pelabuhan Saudi. Komandan Angkatal Laut Iran mengatakan kapal perang armada ke-18 berlabuh di kota Jeddah untuk menunjukkan otoritasnya di perairan internasional.
Laksamana Habibullah Sayyari pada hari Jum’at mengatakan armada itu terdiri dari kapal pemasok Khark dan kapal perusak Shahid Naqdi tiba di pelabuhan Jeddah atas perintah Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. “Misi telah dimulai sejak beberapa hari lalu … Dan bertujuan membuktikan kekuatan Iran untuk melawan barat”, kata Laksamana Sayyari.
Dijelaskan juga bahwa misi itu akan berlangsung antara 70 sampai 80 hari. Menurut Laksamana Sayyari, armada Iran ingin menyampaikan pesan perdamaian dan persahabatan dengan negara-negara regional.
Angkatan laut Iran telah meningkatkan kehadirannya di perairan internasional sejak tahun lalu. Iran menggelar kapal-kapalnya di Samudra Hindia dan mengirim dua kapal ke Laut Tengah untuk pertama kalinya pada bulan Februari 2011 melalui Terusan Suez.
Angkatan Laut Iran juga melakukan patroli anti-pembajakan di Teluk Aden sejak November 2008 untuk melindungi perdagangan maritim dan kapal khusus dan kapal tanker Iran.
Di tempat terpisah Laksamana Sayyari pada hari Minggu mengatakan Iran memiliki hak untuk hadir dan berpatroli di perairan internasional. “Kehadiran kami di perairan internasional tidak merugikan kepentingan negara-negara lain”. Ia menambahkan, teluk Aden adalah perairan internasional, dan Iran perlu berada di sana karena lokasinya dinilai sensitif serta atas pertimbangan aspek ekonominya.(PressTV/aso)
Munafri-Aliyah Hadiri Peringatan Hari Buruh di Makassar
Kapolda Bengkulu Serahkan Batuan dari Kapolri ke BPBD untuk Korban Gempa
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia
Wali Kota Munafri Bertemu Investor dari Qatar Bahas Pembangunan Stadion
Danlantamal VI dan Gubernur Sulsel hadiri panen Raya Serentak









