maiwanews – Dinilai hanya memindahkan kemiskinan dan kebodohan, Koordinator Nasional Kaukus Papua di DPR RI, Paskalis Kossay, meminta kepada pemerintah Indonesia agar menghentikan program transmigrasi nasional.
Menurut Paskalis, di era yang mobilitas manusia, barang dan kegiatan ekonomi sosial semakin tinggi seperti sekarang ini, orang jangan lagi diatur-atur mau kemana atau akan jadi apa. Menurutnya, pemerintah hendaknya fokus pada penciptaan iklim kehidupan kondusif.
“Kesan yang selama ini terjadi kan, program transmigrasi itu seolah memindahkan ’orang miskin’ atau kemiskinan dan kebodohan dari suatu wilayah ke wilayah lain,” kata Paskalis di Jakarta, Senin 14 Februari 2011.
Apalagi menurut Paskalis, pada kenyaannya setelah berada di lokasi, banyak dari para transmigran nakal, yang hanya mengambil jatah uang dan lahan secara gratis dari pemerintah, kemudian kebali lagi ke tempat semula.
Belum lagi kata Paskalis, banyak transmigran yang dikirim ke suatu lokasi, hanya menciptakan kecemburuan sosial dengan penduduk lokal. “Mau lihat contohnya? Tengok konflik sosial di Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Lampung,” katanya.
Dijelaskan Paskalis, beberapa penelitian sebelum ini mengungkapkan, besarnya APBN untuk membiayai program transmigrasi ternyata tidak banyak pengaruhnya kepada upaya meningkatkan produktivitas nasional, apalagi dalam rangka keutuhan NKRI.
Paskalis menjelaskan, pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemmenakertrans) mengalokasian dana yang cukup besar yakni Rp 600 miliar untuk program transmigrasi.
Karena itu Paskalis meminta pemerintah agar konsentrasi saja pada yang lebih mendesak, seperti peningkatan pemberdayaan masyarakat lokal di mana pun berada, serta maksimalisasi pemberdayaan sektor pertanian dan perkebunan serta perikanan laut. Karena mayoritas orang Indonesia ada di sektor itu.









