maiwanews -Pasca pengumuman postur kabinetnya yakni 34 kementerian yang terdiri dari 18 dari profesional dan 16 dari partai politik, presiden terpilih Jokowi Widodo atau Jokowi menuai banyak kritik.
Berdasarkan postur kabinet yang disampaikan sendiri itu, Jokowi dinilai telah mengingkari setidaknya tiga janji yang digembor-gemborkan saat melakukan kampanye pemilu presiden (pilpres) 2014.
Tiga janji kampanye Jokowi yang dimaksud adalah janji akan membentuk kabinet ramping, membentuk kabinet murni profesional, serta jaminan bahwa koalisi yang dibentuk adalah koalisi tanpa syarat.
Banyaknya janji dan wacana tentang pemerintahan yang akan datang, dinilai sejumlah pihak berpeluang besar menjadi bumerang bagi Jokowi sendiri, saat janji-janji itu akhirnya tidak dapat dipenuhi.
“Kalau teralu banyak komentar maka akan banyak kesalahan,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Maswadi Rauf usai menghadiri diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2014).
Maswadi mengatakan, bahkan dalam postur kabinet 18 dan 16 itu, dirinya meragukan Jokwi bisa memenuhinya terutama karena terkait dengan partai politik pengusung.
Karena sulitnya janji-janji diwujudkan, Maswadi yang juga merupakan Guru Besar Fisipol Universitas Indonesia (UI) menyebut realitas politik itu sebagai bentuk kepastian semu.
Teddy Tegaskan Tidak Ada Minuman Beralkohol dalam Jamuan Macron
Ukraina Tuding Tentara Rusia Luncurkan Rudal Balistik Setiap Hari
Arus Balik Lebaran, Korlantas Akan Terapkan 'One Way' Lokal & Nasional
Ucapkan Selamat Natal, Kapolri Serukan Persatuan dan Kesatuan
Pemerintahan Biden Umumkan Bantuan Keamanan Tambahan untuk Ukraina









