maiwanews – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI Mohammad Nuh menjamin keamanan mahasiswa dan pelajar Malaysia yang ada di Indonesia. Sebaliknya, Malaysia juga akan melakukan hal sama kepada para mahasiswa dan pelajar Indonesia.
Menurut Staf khusus Mendiknas, Sukemi dalam rilisnya, Mendiknas Mohammad Nuh setelah melakukan komunikasi dengan Wakil PM Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin, Minggu, 29 Agustus 2010.
“Kami sepakat dunia pendidikan harus diselamatkan karena pendidikan tidak boleh terpangaruh oleh pasang-surutnya dinamika hububungan kedua negara,” kata Mendiknas dalam rilis itu.
Selain dengan Wakil PM Malaysia yang juga Menteri Pelajaran Malaysia (Mendiknas), Muh. Nuh juga berkomunikasi dengan Sekjen Kementerian Pelajaran Malaysia Tan Sri Dr. Zulkurnain terkait keamanan mahasiswa dan pelajar kedua negara.
“Kami sepakat hubungan pendidikan, termasuk di dalamnya keberadaan mahasiswa dan pelajar, tidak dikait-kaitkan dengan kondisi dinamika hubungan Indonesia-Malaysia saat ini,” kata Mohammad Nuh.
Dunia pendidikan atau dunia ilmu pengetahuan, kata Mendiknas, tidak boleh sedikit pun terganggu dengan apa pun, karena pada dasarnya, ilmu itu sifatnya terbuka untuk siapa saja dan lintas batas.
Artinya, lanjutnya, tidak boleh ada hambatan apa pun dalam mencari atau menuntut ilmu bagi seseorang. Karena sifatnya yang demikian itulah, maka tidak boleh ada sedikit pun penghalang bagi para mahasiswa dan pelajar ketika misalnya hubungan negara mengalami masalah.
Mohammad Nuh berharap, mahasiswa dan pelajar Indonesia yang berada di Malaysia maupun sebaliknya mahasiswa dan pelajar Malaysia yang berada di Indonesia agar tidak terpengaruh dengan kondisi politik RI-Malaysia terakhir ini.
Mentan Optimis Indonesia Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Danlantamal VI kenalkan alutsista AL ke santri Madinah
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin









