
maiwanews – Kementerian Kesehatan menggelar imunisasi tambahan untuk mencegah penyakit polio. Imunisai putaran pertama dilakukan secara serentak di seluruh Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kabupaten Sleman di Yogyakarta.
Kegiatan vaksinasi dilaksanakan mulai 15 Januari lalu menyusul berita tentang 3 anak menderita lumpuh layu akut akibat virus polio. Ketiga anak tersebut berasal dari Kabupaten Pamekasan dan Sampang, Jawa Timur, serta Kabupaten Klaten Jawa Tengah. VOA Indonesia melalui Direct USAGM melaporkan Jumat, 26 Januari 2024.
Ditemukannya kasus lumpuh layu membuat kegiatan vaksinasi dinilai penting, terlebih karena hasil laboratorium menunjukkan bahwa di sekitar mereka masih ada 9 anak lain dinyatakan positif menderita lumpuh layu meski belum menunjukkan gejala.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan, berdasarkan sasaran ril, capaian imunisasi tambahan telah mencapai target cakupan rata-rata 100 persen.
Cakupan imunisasi adalah pada 32 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, 38 kabupaten kota di Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Imunisasi dilakukan dengan menggunakan vaksin novel oral polio, menargetkan 8,5 juta anak berusia 0 hingga 7 tahun. Dari total tersebut, di Provinsi Jawa Timur disasar sebanyak 4,6 juta anak, Jawa Tengah 3,9 juta, dan Kabupaten Sleman sebanyak 112 ribu anak. (z/BBG Direct USAGM)









