Makassar – KH Sahal Mahfud terpilih kembali menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah KH Hasyim Muzadi, mengundurkan diri sebagai calon Rais Aam dalam Muktamar NU ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 27 Maret 2010.
KH Hasyim Muzadi adalah satu-satunya calon Rais Aam lain yang mendampingi KH Sahal Mahfudz yang berhak maju pada pemilihan tahap kedua setelah pada pemilihan putaran pertama muncul tujuh nama yang diusulkan oleh 503 suara peserta Muktamar.
Dalam pemilihan tahap pertama, ketujuh nama itu yakni KH Sahal Mahfud memperoleh 272 suara, KH Hasyim Muzadi 180 suara, Maemun Zubair 29 suara, Ma’mun Zuhri 1 suara, KH Solahuddin Wahid 1 suara, KH Abdullah Mukhlis 2 suara, dan Habib Lutfi 4 suara.
Sesuai dengan mekanisme pemilihan bakal calon Rais Aam PBNU, bakal calon yang suaranya di atas 99 suara berhak untuk maju ke pemilihan putaran tahap kedua.
Berdasarkan komposisi itu, maka dua nama berhak maju untuk ke putaran selanjutnya. Yakni, KH Sahal Mahfud dan KH Hasyim Muzadi. Tetapi di tengah acara, tiba-tiba Hasyim Muzadi menyatakan pengunduran dirinya kepada pimpinan sidang Zein Irwanto.
Mundurnya Hasyim Muzadi menjadikan KH Sahal Mahfud menjadi Rois Aam untuk yang kedua kalinya. Arena Muktamar pun penuh dengan takbir, pendukung KH Hasyim Muzadi spontan berteriak mendukung pengunduran dirinya dan menggendong Hasyim hingga keluar gedung.
.









