Khofifah Dukung Revitalisasi Transmigrasi

khofifah-indar-parawansa-20200512
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

maiwanews – Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Transmigrasi Tahun 2022 yang digelar oleh Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), selama tiga hari mulai 9-11 Maret 2022di Hotel Vasa, ditutup Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (10/03/2022).

Gubernur Jatim saat menutup rakornas mengucapkan, terima kasih telah melaksanakan Rakornas Transmigrasi di Jatim, dan diharapkan action plan dari perjanjian MoU yang ditandatangani oleh semua pihak agar bisa segera dilaksankan atau diwujudkan.

Ia menambahkan, Pemprov Jatim mendukung upaya pemerintah merevitalisasi program transmigrasi yang melalui kolaborasi berbagai kementrian dengan lembaga swasta. Karena salah satu solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, dan permukiman serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan transmigrasi.

Wanita yang pernah menjabat Mentreri Sosial ini menyampaikan, masih ada pekerjaan rumah yang lain harus diselesaikan pemerintah agar program transmigrasi berjalan sesuai yang diinginkan / on the track, dengan berusaha mengubah pandangan kurang produktif mengenai program tersebut, salah satunya transmigran adalah orang buangan, atau program ini dianggap sebagai pemindahan kosentrasi kemiskinan dari satu daerah ke daerah lain.

Orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan, bahwa sudah selayaknya transmigrasi tidak didefinisikan lagi sebagai program pemerintah untuk memindahkan warga dari satu wilayah ke wilayah lain. Karena para transmigran sudah disertai pembekalan dan pendampingan keterampilan, teknologi dan penyiapan pasar.

“Jadi para transmigran sudah tidak menjadi persoalan baru dan beban bagi daerah lain. Tapi sebaliknya di kawasan trasnmigrasi nanti bisa membantu program ketahanan pangan nasional dan mempercepat pemerataan pembangunan di daerah,” ujar Khofifah.

Harapan kedepannya, tambah Khofifah, para transmigrasi juga bisa diberikan bekal pelatihan dibidang pertanian untuk mendukung swasembada pangan secara nasional, yaitu masalah bibit tanam kedelai dan juga soal peternakan Sapi potong dan sapi perah dapat teratasi.

Sementara itu, Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang dalam Rakornas Transmigrasi Tahun 2022 mengatakan, revitalisasi transmigrasi menjadi hal penting dan fokus kerja ke depan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024.

Halim Iskandar menambahkan, bahwa tidak ada lagi transmigrasi itu dipersepsikan dengan orang hanya dibekali dengan cangkul, sabit sebagai simbol untuk mengolah lahan dan sebagainya. Selain itu, lahan yang dikelola secara komunal tidak lagi hanya 2 hektare tapi bisa lebih, karena lahannya memang cukup luas dan pengelolaannya juga menggunakan teknologi.

“Sebelum berangkat, transmigran akan diberikan gambaran yang jelas mau memproduksi apa, bagaimana caranya, pemasarannya ke mana dan siapa yang mendampinginya. Jadi dari hulu sampai hlir sudah tertata sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi daerah trans yang akan ditinggal warganya karena tidak cukup menjanjikan masa depan atau tidak cukup model sesuai harapan,” pungkas Halim. (i)