Khofifah Minta Petani Tebu dan Pabrik Gula Jalin Konsolidasi

maiwanews – Dalam Musyawarah Nasional II DPP-APTRI (Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa minta agar seluruh petani tebu dan pabrik gula harus terkonsolidasi, karena 46,25 persen produksi gula nasional dari Jatim, di Hotel Papilio Bestwestern, Jalan Ahmad Yani No.176-178, Gayungan, Surabaya, Sabtu (19/03/2022).

“Harapan kami APTRI dan PTPN bisa sinkron, agar kita bisa memberikan proteksi terhadap petani tebu. kalau petani tebu panen. Jangan dikirim bersamaan dengan gula yang diimpor. itu harus dikelolah dengan baik, “ ujarnya.

Karena menurut Khofifah, persediaan gula di Jatim masih cukup sampai bulan Mei, dan semoga tidak ada perintah dari pusat untuk menggerakkan gula keluar dari Jatim dan akhir Mei Jatim mulai giling tebu. Jadi tambah Gubernur Jatim, untuk kondisinya masih cukup aman, tetapi kita tetap harus berkoordinasi.

“95 persen petani tebu di Jatim adalah masyarakat dan itu harus terproteksi, yang artinya mereka bisa menjadi pengusaha di lingkungan pergulaan, karena perputaran materinya dari tebu,” kata Khofifah.

Sementara itu, Ketua APTRI (Assosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Arum Sabil mengatakan, karena Jatim merupakan barometer dan kunci kebangkitan industri gula nasional dan meruapakan basis pabrik gula dan petani tebu, maka Munas II DPP APTRI diadakan di Jatim.

Sampai saat ini menurut Arum, luas areal tanaman tebu di seluruh Indonesia sekitar 415 ribu ha, sedangkan untuk luas areal tanaman tebu di Jatim baik yang tercatat maupun mandiri sekitar 225 ribu ha, yang artinya tebu di Jatim lebih dari 50 persen total luas lahan tebu di Indonesia.

“Produksi gula nasional rata-rata setiap tahunnya sekitar 2,2 juta ton. Produksi gula di Jatim sekitar 1,1 juta ton untuk tahun ini,” Pungkas Arum. (i)