Kinerja Merpati Airlines Sudah On The Track

Oleh: Mutia sari

Dampak kenaikan minyak dunia yang terjadi akibat krisis politik di negara negara Timur Tengah 4 bulan terakhir telah meyebabkan dampak kenaikan harga minyak dunia, dampak ini akan sangat terasa bagi perusahaan perusahaan yang bergerak dibidang tranportasi, tidak terkecuali perusahaaaan penerbangan di Indonesia, lihat saja ketika proses penawaran harga saham IPO Garuda Indonesia yang tidak mendapatkan optimal serta enggannya investor saham membeli saham IPO pada harga diatas harga saham perdana yang ditawarkan, karena para pialang saham mempunyai perhitungan dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap biaya operasional penerbangan.

Dampak kenaikan minyak dunia juga tidak hanya meyerang kondisi keuangan perusahaan penerbangan, tetapi Merpati Airlines pun mengalami hal yang sama, karena itu apa yang dilakukan oleh Pertamina untuk meminta Merpati untuk menaikan penjaminan pembayaran avtur adalah sangat wajar, dan untungnya manajemen Merpati cukup taktis dalam meyeikapi dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap kinerja perusahaannya.

Apresiasi yang sangat besar patut diberikan pada manejemen dibawah pimpinan Capt Sardjono Jhoni dan karyawan merpati yang bekerja sangat kompak untuk tetap survive, dan tanpa melakukan PHK atupun pembayaran gaji yang terlambat padahal saat manejemen yang lama sering terjadi pembayaran gaji karyawan yang terlambat atu dibagi dua termin pembayaran. Padahal kalau mau jujur dilihat dari kondisi keuangan Merpati, manajemen merpati yang saat ini cukup direpotkan dengan adanya Rugi operasi yang ditinggalkan manajemen lama sebesar Rp. 54 M pada periode Januari s/d Junii 2010

Saat ini dari pemantauan kami Pekerjaan paling serius yang dilakukan oleh manajemen saat ini adalah Penyesuaian Business Plan Merpati tahun 2011-2015 dibawah pengarahan dari PT. PPA(Perusahaan Penjamin asset) selaku Company Advisor Penyehatan PT. MNA. Secara jelas, riil dan detail arah dan rencana Merpati ke depan sudah tergambar dalam master plan ini, dan untuk diketahui penyusunannya melibatkan juga para karyawan Merpati secara terbuka

Hal ini merupakan suatu langkah maju yang dilakukan oleh manajemen Merpati dalam mengatasi kondisi keuangan Merpati yang negative akibat salah urus dan penuh dengan korupsi oleh manajemen yang terdahulu. Secara umum pengelolaan Merpati saat ini oleh manajemen sekarang sangat transparan (terbuka), semua unsur dilibatkan dan dapat memberikan masukan untuk kemajuan Merpati, sebagai contoh pengadaan pesawat semua pegawai yang mempunyai informasi terhadap penyewaan pesawat dapat ikut terlibat, sehingga mengetahui kapan pesawat akan tiba atau berapa nilai sewa pesawat dan berapa jumlah penambahan pesawat. Hal ini patut dicontoh oleh BUMN lainnya dalam membangun hubungan antara serikat pekerja dan menajemn yang harmonis.

Karena itu kami meminta kepada Manajemen Merpati harus berani membuka dugaan dugaan mark up di Merpati yang dilakukan disemua jajaran pada saat dipimpin oleh manejemen yang lama, terutama Manajemen Merpati harus berani memberantas para mafia mafia mark up yang diduga banyak dijajaran Teknik dan niaga yang selama ini banyak merugikan perusahaan.

DPR dan pemerintah khususnya kementerian BUMN agar segera mempercepat program penyehatan Merpati sebagai BUMN yang sudah mulai menunjukan perbaikan dan kinerjja perusahaan yang mengarah positif.

Selain itu kami juga meminta direksi Merpati untuk tetap bekerja dengan serius untuk memperbaiki kinerja Merpati dan senantiasa untuk selalu mempertahankan keselamatan penerbangan sebagai yang utama dalam pelayanannya.

Penulis adalah Sekretaris Jendral Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu