“Koalisi” Polisi dan Warga Pukul Mundur Mahasiswa UIN Makassar

Makassar – Setelah sekian lama massa mahasiswa Universitas Islam Negeri Makassar berhadap – hadapan, sejumlah massa dari arah belakang pasukan polisi yang berjaga di pesimpangan Jl. S. Alauddin – Jl. AP. Pettarani, tiba – tiba menyerang mahasiswa dengan lemparan batu.

Massa mahasiswa yang sebelumnya siap bentrok dengan polisi membalas lemparan warga tersebut dengan setengah hati, beberapa pimpinan mahasiswa menyampaikan bahwa mahasiswa tidak bermusuhan dengan warga.

Serangan warga tersebut cukup gencar hingga mampu mendesak mundur mahasiswa ke arah kampus mereka. Di belakang warga yang melakukan penyerangan, pasukan polisi sebanyak 3 kompi yang terdiri dari Dalmas dan Brimob dibantu dengan Rantib merangsek ke arah mahasiswa.

Seorang warga yang mengalami luka terkena lemparan mengaku kesal karena melihat ada pihak yang berupaya membenturkan antara warga dengan mahasiswa.

Warga yang tiba – tiba datang dari arah belakang dengan mudah melewati blokade tameng polisi, tidak jelas dari mana asalnya karena menurut informasi yang didapat, warga yang bermukim di sekitar persimpangan Jl AP Pettarani dan Jl S. Alauddin sebagian merupakan mahasiswa UIN yang kos.

Saat masih terjadi aksi lempar, satu kompi Brimob yang didatangkan dari Pa’baeng-baeng untuk memperkuat pasukan polisi. Markas Brimob Pa’baeng-baeng terletak kurang lebih 500 meter arah belakang pasukan polisi berjaga-jaga.

Tekanan warga dengan polisi berhasil memaksa mahasiswa UIN Makassar masuk ke dalam kampus dan sesaat kemudian, secara berangsur arus jalan di depan Jl Sultan Alauddin mulai dibuka. Namun menjelang petang, mahasiswa kembali ke jalan.

Di saat sama juga terjadi kerusuhan di beberapa kampus seperti di depan kampus UNHAS, di depan kampus UMI, dan Unismuh Makassar. Termasuk sebelumnya di Jl. Botolempangan, sekretariat HMI cabang Makassar.