Komnas HAM: Tak Ada Ciri Bunuh Diri di Jasad Kasmir

ridha salehmaiwanews – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan, tidak tanda-tanda bunuh diri atas tewasnya Kasmir Timumun, yang memicu kekerasan di Buol, Sulawesi Tengah.

Menurut Ridha, Kasmir Timumun meninggal tidak wajar dan diduga mengalami kekerasan. “Kalau gantung diri, kami tidak menemukan ciri gantung diri. Seperti mata melotot atau lidah menjulur,” kata Ridha Saleh.

Penemuan tersebut disampaikan Komisioner Sub Komisi Mediasi Komnas HAM Ridha Saleh di Jakarta, Selasa, 7 September 2010.

Berdasarkan pemeriksaan pada semua bagian tubuh korban, terdapat tanda bekas penyiksaan. Bekas itu antara lain seperti luka memar, bekas sumbatan koran di mulut, luka lebam, dan juga terdapat bekas sundutan rokok.

“Temuan Komnas HAM Kasmir meninggal tidak wajar, kemungkinan mengalami kekerasan,” kata Ridha menambahkan.

Sebelumnya, aparat kepolisian mengatakan bahwa Kasmir tewas gantung diri di dalam tahanan. Namun, Komnas HAM tidak melihat ada bekas gantung diri pada tubuh Kasmir.

Kejadian ini, menurut Ridha, menjadi pemicu kekerasan di Buol, Sulawesi Tengah karena kecurigaan warga bahwa Kasmir sengaja dibunuh. Komnas HAM juga mencatat ada 8 korban tewas akibat kerusuhan Buol, Sulawesi Tengah.

Kedelapan korban meninggal itu adalah Kasmir Timumun (19 tahun), Amran S Abjalu (18 tahun), Muslimin (25 tahun), Ridwan (22 tahun), Rasyid Djopori (43 tahun), Herman (23 tahun), Saktifan Kapu’ung (39 tahun), dan Supriadi (26 tahun).

Sejauh ni, sudah 16 anggota polisi diperiksa atas kasus itu. Namun Polisi masih tetap berpegang pada pendapatnya bahwa terjadi kelalaian anggotanya sehingga menyebabkan Kasmir tewas bunuh diri.