Kontribusi Tembakau Capai Rp 126 M Pertahun

ladang tembakauBOJONEGORO – Kontribusi dari tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro untuk perekonomian per tahun mencapai Rp 126 miliar Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Djupari dikantornya.

“Kontribusi ini berdasarkan asumsi rata-rata jumlah produksi mencapai sebelas ribu ton ton dengan harga perkilogramnya mencapai tujuh belas ribu rupiah. Nilai kontribusi ini bisa lebih besar seiring dengan makin membaiknya harga tembakau, seperti tahun lalu harga tertinggi perkilogramnya mencapai dua puluh lima ribu rupiah, “ katanya.

Selain kontribusi, tembakau meningkatkan pula daya picu ekonomi lainnya. Diantaranya dari investasi usaha, pendapatan dari nilai jual produk, penerimaan cukai dan penyerapan lapangan kerja.

Disinggung mengenai intensitas hujan yang tinggi hingga Bulan Juli mendatang ? Djupari mengatakan tidak ada permasalahan dengan fenonema alam yang terjadi.

“Ada beberapa kendala yang mengakibatkan hanya musim tanamnya mundur. Terpenting sembilan pabrikan yang telah bermitra dengan petani tembakau tetap membeli hasil panen tembakau, “ terang Djupari.

Diakuinya ada sejumlah pembenihan yang rusak akibat terendam air banjir, namun kondisi itu tidak menyeluruh dan Dishutbun telah membagikan bantuan benih kepada petani yang benihnya rusak akibat banjir.

“Kami telah sosialisasikan ke petani tembakau untuk akhir tabur benih pada Bulan Mei ini dan panen dilakukan pada Bulan Oktober memasuki masa panen, “ tambah Djupari.

Sedang dalam setiap hektarnya nilai total investasi petani tembakau dari saat mulai tanam hingga panen mencapai Rp 11,7 juta. Untuk total permintaan tembakau oleh 9 gudang dan pabrik rokok (PR) mencapai 11,25 ribu ton pertahunnya dan jumlah yang sama pada Tahun 2010 ini. Rinciannya, untuk tembakau virginia sebanyak 10,5 ribu ton dan jawa sebanyak 500 ribu ton.

Pada musim tanam tahun 2010, Pemkab Bojonegoro membantu petani dengan menyediakan benih tembakau Virginia varietas T-45 atau Bojonegoro 1 (B1) sebanyak 130 kilogram dan tembakau Jawa varietas Grompol Jatim sebanyak 10 kilogram. Kebutuhan benih per hektar lahan diasumsikan lebih 100 gram dengan daya kecambah 80 persen.

Bantuan benih mampu mencukupi luas areal sekitar 10.000 hektar. Adapun yang telah dibagikan ke petani sebanyak 88.150 kilogram untuk 19 kecamatan.

“Kini petani yang bermitra dengan PT Gudang Garam mulai menanam tembakau jenis Virginia seluas seribu enam ratus hektar, “ jelas Djupari.

Pada tahun 2010 ini juga disiapkan bantuan modal senilai Rp 5,6 miliar untuk kelompok usaha tani maupun kelompok pengolahan hasil tembakau. Kelompok tani akan mendapatkan bantuan apabila area tanam total mencapai 20 hektar.

“Syarat lainnya kelompok pengolahan hasil, wajib memiliki petani binaan dengan area tanam duapuluh hektar, “ tutur Djupari.

BERITA LAINNYA

.