maiwanews – Dua orang lagi dilaporkan baru meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah korban tewas yang diduga akibat menenggak minuman keras oplosan, kini menjadi 13 orang.
“Ada dua korban tewas yang terakhir menyusul,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Nurdi Satriaji di Jakarta, Kamis, 26 Agustus 2010.
Menurut Nurdi, dua korban tewas itu, yakni Muhammad Yusuf yang meninggal Kamis dinihari sekitar pukul 03.00 WIB lalu Stefanus Prasetya Putra, 21, warga Jalan Pepaya Raya Nomor 32 RT 09/05 Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Seperti diberitakan, 18 orang telah melakukan pesta minuman keras oplosan yang dibeli di sebuah warung jamu di sekitar Jalan Jagakarsa, Sabtu (21/8). Minuman keras oplosan terdiri dari campuran pasta whisky, pasta asam, ginseng, air jeruk dengan alkohol kandungan 70 persen.
Pelaku pesta miras oplosan yang diberitakan tewas sebelumnya adalah Dennie Dharma, Heru Setiawan, Andi Kurniawan, Hartono, Agus, Muhamad, Maryadi, Iwan, Taryono, Mashuri dan Ahmad Rizal.
Sementara menurut Nurdi, saat ini terdapat empat korban mitas oplosan lainnya yang masih menjalani perawatan intensif di beberapa RS.









