Korban Serpihan Qantas di Batam Didata

qantas-australiamaiwanews – Korban serpihan pesawat tipe Airbus A380 milik Qantas Airlines yang jatuh di wilayah Batam, Kepulauan Riau (Kepri) didata oleh pihak Bandara Hang Nadim Batam.

Data korban tersebut diminta oleh Bandara Changi Sinagpura untuk diteruskan kepada pihak Qantas Airlines. Qantas telah berjanji akan memberikan ganti rugi kepada warga yang terkena dampak serpihan pesawat tersebut.

“Ini supaya mendapat ganti rugi dari pihak maskapai yang nanti laporannya kita sampaikan ke Bandara Singapura,” kata Humas Bandara Hang Nadim, Batam, Herdarman, Kamis, 4 November 2010.

Karenanya, untuk memudahkan pendataan, Hendarman berharap, warga yang merasa menjadi korban serpihan pesawat dari Australia tersebut segera, melapor ke pihak kepolisian atau ke pihak bandara Batam.

Seperti diberitakan, pesawat Qantas ini mendarat darurat dengan selamat di Bandara Changi sekitar pukul 11.45 waktu Singapura setelah sebelumnya mengalami kerusakan saat berada di wilayah udara Batam, Indonesia.

Pesawat bongsor yang mengangkut 443 penumpang dan 26 kru tersebut saat mendarat darurat di Bandara Changi, mengalami kerusakan cukup serius yakni body mesin yang terkelupas dan gosong.

Awalnya, pesawat yang memiliki rute London-Singapura-Sydney ini, transit di Bandara Changi, Singapura. Namun setelah sekitar 6 menit take off dari Bandara Changi menuju Sydney, Australia, pesawat mengalami kerusakan mesin saat berada di atas wilayah Batam.

Meski kerusakannya cukup serius, dan dilaporkan terjadi ledakan di salah satu mesin, pesawat berlantai dua ini berhasil mendarat darurat tanpa menimbulkan korban jiwa.

Sebelum mendarat darurat di Bandara Changi, pesawat berbadan lebar itu juga sempat berputar-putar sambil membuang bahan bakar dan kargo di atas laut pulau Batam.