Korps Marinir Kini Punya 17 Unit Tank Amfibi BMP-3F

Tank BMP3F (Rusia) Milik ALmaiwanews – Kementerian Pertahanan Republik Indonesian terus memperkuat Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista). Korp Marinir TNI Angkatan Laut kini memiliki 17 unit tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.

Peresmian ditandai dengan penyerahan secara resmi 17 unit tank amfibi tersebut dari Pemerintah Rusia kepada Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu, 11 Desember 2010.

Dana yang dikucurkan dalam pembelian 17 tank tersebut sebesar Rp455 miliar atau US$50 juta. Awalnya sejak dipesan tahun 2008, dengan dengan uang sebesar itu, TNI AL bisa mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena ada kenaikan harga.

Tank amfibi BMP-3F adalah kendaraan tempur (Ranpur) lapis baja yang bisa dikatakan sempurna dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini (Pertempuran Asimetris).

Seperti dikuti dari tulisan Kolonel Mar Bambang Hullianto, tank amphibi BMP-3F dipersenjatai meriam kaliber 100 mm dibuat untuk menembakkan peluru/ roket kategori balistik sedang atau non-kendali (shell) yang memilki kecepatan tembak berkisar 250m/detik.

Hasil perbandingan Ranpur BMP–3 F dengan Ranpur USA M2 “Bradley” menunjukkan bahwa BMP–3 F mengungguli M2 dalam daya gerak dan daya tembak . Pada saat ini, di negara barat belum ada panser tempur yang mempunyai kekuatan menyerupai seperti BMP–3 F.

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Aflan Baharudin mengatakan, Korps Marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank, sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Tank yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki, sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan.

Terhadap ke-17 tank tersebut sudah dilakukan uji coba oleh Marinir dalam sebuah latihan di Bumi Marinir Situbondo, Jawa Timur. Selain menguji coba 17 tank, pasukan Marinir juga melakukan uji coba terhadap beberapa senjata tempur lainnya seperti peluncur roket dan senjata artileri.