SURABAYA – PT XL Axiata Tbk. (XL) melaporkan kinerja kuartal pertama 2011 dengan pendapatan usaha meningkat sebesar 9% YoY menjadi Rp 4,5 triliun dan laba bersih sebesar Rp 756 miliar (é 26% YoY). Sementara EBITDA mencapai Rp 2,4 triliun (é 50% YoY) dimana EBITDA margin tetap stabil di level 52% pada akhir Maret 2011. Selain itu jumlah pelanggan bertambah sebesar 21% YoY dari 32,6 juta di 1Q10 menjadi 39,3 juta di 1Q11.
Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, dalam siaran persnya yang diterima di Surabaya mengatakan, tarif untuk Voice/SMS sudah sangat rendah, kami melihat tidak ada benefitnya untuk menurunkan tariff lebih dalam karena elastisitasnya sudah tidak ada lagi.
Oleh sebab itu, kami tidak berniat untuk terlalu agresif dalam merespon kompetitor kami. Dengan meningkatnya popularitas layanan Mobile Data Service (MDS), kami mengharapkan sumber pertumbuhan pendapatan dikemudian hari berasal dari layanan MDS.
”Kami telah meluncurkan portal XLgo! untuk pengguna layanan data pada bulan November tahun lalu dan pada akhir Mar’11, sudah ada sekitar 6 juta pengguna yang mengakses portal tersebut. Beberapa fitur baru telah ditambahkan di dalam portal tersebut, sebagai contoh kami memiliki fitur Xlgo! friends dimana pengguna dapat melakukan chatting antar individu maupun dalam grup menggunakan ponsel jenis apapun selama mereka dapat mengakses Xlgo,”tutur Husnil Suhaimi.
Untuk menciptakan daya tarik yang kuat terhadap produk XL, maka XL menggunakan metode marketing yang kreatif dan inovatif. Majalah SWA memberi apresiasi terhadap XL: The Marketing Dream Team Champion.
Selain itu, kinerja XL dalam memberikan layanan yang memuaskan, melampaui ekspektasi pelanggan telah diakui oleh majalah MarkPlus Insight dan The Marketers melalui penghargaan The Indonesia Brand Champion Award 2011 untuk kategori Most Popular GSM Operator dan Most Popular Internet/Data GSM Operator. XL baru saja menerima penghargaan Telecom Asia Award 2011 sebagai The Best Emerging Market Carrier sementara presiden direktur XL juga diakui sebagai Telecom CEO of The Year.
Sesuai dengan fokus XL di layanan MDS, XL meluncurkan beberapa inisiatif sepanjang 1Q11. XL menawarkan paket XL Blackberry 3 in 1 dengan tarif Rp 125 ribu/bulan, meliputi full BlackBerry service, telepon gratis ke 3 nomor XL yang terdaftar dan gratis SMS ke semua operator.
Melanjutkan penawaran gratis BlackBerry roaming sebelumnya, XL menambahkan area layanan di 2 negara yaitu Macau dan Taiwan (untuk seluruh pelanggan prabayar dan pascabayar) dan juga Filipina (khusus pelanggan pascabayar). Sehingga saat ini, XL telah menawarkan layanan gratis BlackBerry roaming di 10 negara.
XL juga meluncurkan layanan data bacaan dalam format digital, XL Baca, sehingga pelangggan dapat membaca majalah, koran dan buku melalui format digital yang 40% lebih murah dibandingkan format cetak. Sebagai tahap awal, layanan ini dapat diakses melalui Huawei S7 dan selanjutnya akan dikembangkan untuk dapat diakses melalui ponsel smartphone lainnya. XL adalah operator pertama di Indonesia yang meluncurkan layanan ini.
Selain itu, untuk meningkatkan penggunaan mobile data, XL berkolaborasi dengan salah satu penyedia ponsel untuk menawarkan ponsel 3,5G termurah dengan harga Rp 599 ribu. Ponsel tersebut dilengkapi tombol untuk akses langsung ke XLgo! melalui navigator terpusat dan dilengkapi juga dengan pake gratis SMS Facebook, SMS Twitter, dan XL RBT untuk periode waktu penawaran.
Untuk tahun 2011, XL memperkirakan akan menyalurkan sekitar Rp 5 triliun untuk belanja modal (capital expenditure) dimana sekitar 1/3 akan dialokasikan untuk layanan data/3G. Sampai dengan akhir Maret’11, XL telah memiliki 23.267 BTS (2G/3G).
Selama 1Q11, XL melakukan pembayaran pinjaman dipercepat sebesar Rp 900 miliar dan juga pembayaran pinjaman yang sudah jatuh tempo sebesar USD 15,3 juta menggunakan arus kas internal, sehingga saldo pinjaman menurun dari Rp 13,1 triliun di 1Q10 menjadi Rp 9,1 triliun di 1Q11 dengan rasio Hutang Bersih (Hutang berbunga dikurangi Kas)/EBITDA sebesar 0.9x.
RUPS dan RUPSLB XL telah diselenggarakan pada tanggal 14 April 2011 dan menyetujui penggunakan dana sebesar Rp 911,5 miliar atau 30% dari laba bersih 2010 yang dinormalisasi, atau ekuivalen dengan Rp 107/lembar saham, untuk dividen tunai. Dividen tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham XL pada akhir bulan Mei 2011.
RUPS juga menerima pengunduran diri dari YBhg Dato’ Yusof Annuar bin Yaacob sebagai anggota dari dewan komisaris dan menunjuk Dr. Muhammad Chatib Basri sebagai anggota baru dari dewan komisaris dan Ibu Yasmin Stamboel Wirjawan sebagai komisaris independen.
RUPSLB menyetujui rencana XL untuk mengeluarkan saham insetif sebagai program insentif jangka panjang (Long Term Incentives Program/LTI) periode 2010-2015 dengan jumlah maksimal sebanyak 170.160.000 lembar saham. (doni sujito)









