Luapan Bengawan Solo Genangi Lima Kecamatan

Bojonegoro – Akibat tingginya curah hujan di hulu Sungai Bengawan Solo, terutama di wilayah Kabupaten Madiun dan Ngawi, membuat sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut meluber sampai ke lahan persawahan dan pemukiman warga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Di wilayah Bojonegoro sendiri sampai siang ini, Jumat 19 Maret 2010, luapan air dari sungai Bengawan Solo sudah mulai menggenangi area persawahan dan pemukiman warga yang tersebar di lima kecamatan.

Daerah yang mulai tergenangi banner luapan Bengawan Solo diantaranya ialah wilayah Kecamatan, Kanor, Kapas, Balen, Trucuk dan Kecamatan Kota Bojonegoro. Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Kasiyanto, Jumat 19 Maret 2010.

Dari laporan sementara yang diperoleh BPBD menyebutkan bahwa lahan padi yang sudah tergenang seluas 550 Hektar (Ha). “Untuk peumahan kami belum melakukan pengecekan. Namun, saat ini kami tengah menginvetarisasi kawasan yang tergenang mau pun perkiraan kerugian lahan warga yang terendam air banjir,” kata Kasiyanto.

Menurut Kasiyanto, guna mengantisipasi sewaktu-waktu jika terjadi banjir besar seperti yang terjadi pada dua tahun sebelumnya, BPBD telah menyiagakan perahu karet, lokasi pengungsian dan dapur umum beserta tim yang menangani. Dijelaskan, sampai kini belum ada korban jiwa atau pun insiden akibat terjadinya banjir dari Sungai Bengawan Solo.

“Walau pun sejumlah desa di lima kecamatan telah tergenangi banjir, tapi ketinggiaan air masih stabil. Selanjutnya kami akan konsentrasi di wilayah Kecamatan Baureno yang dipastikan akan pula tergenag banjir kiriman,” tutur Kasiyanto.

Sementara, berdasar pantauan UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo wilayah Bojonegoro menyebutkan ketinggian permukaan air sudah mulai turun hingga 4 cm.

Dari alat pantau banjir pada pukul 09.00 wib pagi tadi di Taman Bengawan Solo (TBS) utara Pasar Kota Bojonegoro menunjukkan di titik 14:45 peilschall, sebelumnya pada Pukul 07:00 wib di titik 14:49 peilschall. Penurunan juga terjadi di alat pantau banjir di Karangnoko, Kecamatan Ngraho. Pukul 07:00 wib tadi ketinggian air berada di titik 27:00 peilschall. Pukul 09:00 wib tadi di titik 26:70 peilschall.

Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo wilayah Bojonegoro, Pudjo Buntoro, menyatakan ketinggian dapat terjadi naik kembali apabila daerah hulu di Madiun dan sekitar terjadi hujan lebat. Seperti luapan yang terjadi saat ini dikarenakan kiriman dari Kali Sekayu di Ponorogo yang Selasa malam turun hujan lebat.”Termasuk Madiun yang pada saat bersamaan juga turun hujan, “ tukas Pudjo. (Amir Lea Ell Rachman)