Jakarta – Bentrok kedua antara Satpol PP dengan warga yang mempertahankan kompleks makam Mbah Priuk pada siang hari masih terus berlanjut dan makin memanas. Sejumlah korban terus berjatuhan dari kedua belah pihak, termasuk yang dikhawatirkan jatuh korban meninggal.
Bentrok yang bermula dari upaya penggususran satuan Satpol PP terhadap makam Habib Hasan bin Mumammad Al Hadad atau Mbah Prok pada pagi sekitar pukul 6.30, Rabu, 14 April 2010, sudah menimbulkan korban yang cukup banyak.
Dalam bentrok pertama tersebut, menurut Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Pemprov DKI Cucu Ahmad Kurnia mengatakan ada 29 anggota Satpol PP luka-luka. 10 orang di antara mereka mengalami luka berat termasuk satu orang yang tangannya nyaris putus dan satu anggota yang kritis dengan perut robek.
Sesaat setelah bentrok pertama, beberapa piha berusaha lakukan negosiasi termasuk oleh beberapa anggota DPRD DKI. Salah seorang anggota DPRD DKI dari Komisi A, Ida Mahmuda mengatakan bahwa ketika ia sedang lakukan negosiasi denga warga di dalam kompleks makam, justru Satpol PP menyerang dan betrok pecah kembali.
Hingga kini, Satpol PP terus menekan untuk masuk ke kompleks makam, sementara warga yang bertahan di dalam makam juga melakukan perlawanan sengit. Tidak terlihat upaya dari pihak berwajib seperti kepolisisan melakukan penghentian bentrok. Perintah penarikan mundur Satpol PP oleh Wakil Walikota maupun anggota DPRD DKI tidak dihiraukan Haryanti Badjuri.
Korban akibat bentrokan kini sebagian besar dirawat di RS Kodja yang kebetulan letaknya tidak jauh dari lokasi bentrok. Dikabarkan terdapat dua anggota Satpol PP yang nyaris putus tangan serta perut yang luka parah.
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Pemkot Makassar Raih Predikat Kota Terinovatif di Ajang IGA 2024
Kapolda Sulbar Pimpin Patroli Laut di Perairan Mamuju
Raihan Medali Kontingen Sulsel Terus Bertambah di PON XXI Aceh-Sumut
Pemkot Makassar Paparkan Penyusunan Draft Smart City Kepada Pemkab Tangerang









