maiwanews – Menlu Marty Natalegawa menolak disebut terlalu lembek dalam diplomasi menghadapi Malaysia terkait penahanan tiga petugas DKP Kepri oleh polisi air Malaysia beberapa waktu lalu.
“Saya tidak tahu bagaimana kita mendefinisikan lemah atau tidak,” kata Marty usai pengukuhan Duta Belia di Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin, 23 Agustus 2010.
Marty mengaku apa yang ia lakukan dalam menyelesaikan sengketa dengan Malaysia hanya bisa bekerja keras.
Keputusan Pemerintah melepaskan tujuh nelayan Malaysia sebelumnya, juga dbantah Menlu sebagai barter, meskipun dalam waktu yang hampir bersamaan, tiga petugas DKP juga dilepas oleh Malaysia.
Padahal Pemerintah sendiri mengakui bahwa tujuh nelayan Malaysia terbukti mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia termasuk lokasi penculikan petugas DKP juga berada di wilayah Indonesia.
Karena itulah, Menlu dikritik sejumlah pihak sebagai bentuk diplomasi yang justru menunjukkan kelemahan pihak pemerintah menghadapi Malaysia.
Wali Kota Appi Lepas 1.165 JCH Asal Makassar
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Putin dan Tokayev Ikut Sesi pleno Forum Kerja Sama Antarwilayah Rusia-Kazakhstan
Erdogan: Hakikat Republik Kita adalah Persaudaraan
Irwan Rusfiady Adnan Resmi Dilantik sebagai Pj Sekda Kota Makassar









