Bojonegoro – HANYA Gara gara memikirkan biaya untuk menikahkan anaknya, Islamet (50) warga Desa Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (4/9) pagi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Jasad Islamet ditemukan pertama kali oleh Masriah (40), istrinya.
Dia mengetahui korban tewas tergantung di bawah pohon mangga yang tidak jauh dari rumahnya dengan menggunakan tali tampar. Sebelum ditemukan tewas gantung diri, Islamet masih berkumpul bersama keluarganya untuk makan sahur, yang dilanjutkan dengan sholat shubuh berjamaah.
Setelah sholat subuh Islamet pergi keluar rumah untuk menuju ke sawah. Jarak antara rumah dengan sawah juga tidak terlalu jauh hanya berkisar 100 meter. Selang beberapa jam kemudian Islamet tak kunjung kembali.
Sehingga Masriah memutuskan untuk mencari suaminya di sawah.“Saya terkejut dan tak bisa menahan kesedihannya saat melihat tubuh suami saya sudah tidak bernyawa dengan kondisi leher terlilit tampar di bawah pohon mangga,” kata Masriah.
Polisi yang datang beberapa saat setelah menerima laporan dari warga langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil olah TKP disebutkan kalau Islamet murni meninggal dunia dengan cara gantung diri, karena pada tubuhnya tidak ditemukan tanda penganiayaan.
“Pada kemaluan korban mengeluarkan sperma, lidah menjulur keluar dan leher korban nyaris putus akibat jeratan tali. Jasad Islamet tergeletak di bawah pohon karena talinya putus tak kuat menahan tubuhnya, “ kata Kapolsek Dander AKP Pasunyanto.
Dia menambahkan diduga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena bingung memikirkan biaya untuk menikahkan anak lelakinya yang rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 12 Oktober 2010 mendatang.
“Padahal kalau dilihat korban merupakan orang yang pendiam dan hidup berkecukupan serta tidak ada permasalahan dengan keluarga. Hanya saja korban sering memikirkan biaya untuk menikahkan anakya, “ tambah AKP Pasuyanto. memet









