Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak akan ikut bergabung dengan koalisi serta tidak akan mengirimkan kadernya untuk duduk di kabinet Indonesia Bersatu jilid dua.
Jika semua partai politik ikut bergabung dengan pemerintah sebagai koalisi, maka tidak ada yang menjadi penyeimbang. Pilihan opsisi merupakan check and balance terhadap terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
“Saya berpendapat bahwa koalisi itu bukan tujuan kami, dan telah kami putuskan untuk tidak masuk kabinet,” tegas Megawati Soekarnoputri di sela-sela Panen Raya Padi MSP di Cariu, Bogor, Kamis 25 Maret 2010.
Penegasan Putri Bung Karno tersebut makin membuyarkan keinginan Partai Demokrat untuk membujuk PDI Perjuangan ikut memperkuat barisan koalisi pemerintah yang sempat babak belur menghadapi kasus Bank Century.
Padahal di intern partai berlambang banteng moncong putih itu beberapa terlihat antusian menyambut ajakan Demokrat. Berulang kali Taufik Kiemas yang juga suami Megawati Soekarnoputri secara terbuka menginginkan PDIP bergabung dengan koalisi.
Meski keinginan Taufik Kiemas itu didukung sejumlah petinggi partai, namun tidak sedikit yang menentang. Salah seorang kader muda PDIP yang juga salah seorang inisiator Hak Angket Century, Maruarar Siarait mengatakan bahwa Pak Taufik kita hormati, tapi tidak diikuti, tegasnya beberapa waktu lalu.









